Sering Ditabrak Tongkang Baru Bara, Ini Lima Fakta Jembatan Mahulu

Berikut sejumlah fakta Jembatan Mahulu. Jembatan yang menghubungkan kawasan Sengkotek dan Loa Buah, Samarinda.
Devi Nila Sari
1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Hanya dalam hitungan dua minggu, Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) sudah dua kali ditabrak oleh tongkang.

Awalnya, insiden tersebut dilakukan oleh Kapal tongkang batu bara bernomor M80-1302, dipandu kapal tugboat KD-2018. Tabrakan ini menyebabkan retakan di bawah pilar nomor enam.

Selanjutnya, jembatan yang menghubungkan antara Sengkotek dan Loa Buah ini kembali ditabrak pada 4 Januari 2026.

Tak tanggung-tanggung, jembatan tersebut ditabrak oleh dua tongkang sekaligus, yakni tongkang Roby-311 yang ditarik tugboat Bloro-7 serta tongkang Danny-95 yang ditarik tugboat Raja Laksana-166. Akibatnya, insiden ini membuat struktur jembatan sempat bergoyang. Tak hanya itu, rumah di bantaran sungai juga ikut terdampak.

- Advertisement -
Ad image

Insiden berulang inipun menjadi sorotan dari berbagai pihak. Masyarakat mempertanyakan keamanan jembatan usai dihantam tongkang.

Namun, tahukah kamu fakta-fakta menarik terkait jembatan tersebut? Berikut ulasannya!

1. Target Pembangunan Tertunda

Jembatan Mahulu (Mahakam Ulu) mulai dibangun pada pertengahan 2006, dengan target penyelesaian akhir 2007. Namun, pembangunannya mengalami keterlambatan, hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Juli 2009. Keterlambatan ini terjadi karena selama proses pembangunan, jembatan ditabrak ponton.

2. Pembangunan Habiskan Duit Rp256 miliar

Pembangunan jembatan ini memakan anggaran lebih dari Rp265 miliar. Adapun anggarannya berasal dari APBD Kalimantan Timur dan APBN.

3. Memiliki Nama Resmi Jembatan Abdoel Moeis Hassan

Jembatan Abdoel Moeis Hassan adalah nama resmi Jembatan Mahulu. Nama ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas pejuang pro-Republik di Kaltim.

4. Memiliki Panjang Hampir 800 Meter

Bangunan ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 799-800 meter, lebar sekitar 9,8-11 meter, dengan bentang tengah baja ikonik sepanjang 200 meter. Jembatan ini melintasi menghubungkan Kecamatan Sungai Kunjang dengan Samarinda Seberang.

5. Mangkrak Karena Sempat Ditabrak

Pembangunan Jembatan Mahulu sempat mangkrak atau terbengkalai disebabkan oleh insiden berulang, di mana pilar jembatan ditabrak oleh ponton atau tongkang batu bara. Tabrakan ini menyebabkan kerusakan struktur yang signifikan dan ketidakpastian dalam pengerjaan proyek, sehingga pembangunan molor dari jadwal semula.

Nah itu tadi lima fakta mengenai Jembatan Mahulu yang dapat kamu ketahui. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie

Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }