Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Seorang publik figur Tanah Air, Aurelie Moeremans Bigenho, akhir-akhir ini menyita perhatian publik. Setelah ia merilis bukunya yang berjudul Broken Strings pada Oktober 2025 lalu.
Buku ini menjadi sebuah catatan panjang mengenai kisah pribadinya. Tentang perjalanan kelam yang ia rasakan bertahun-tahun lalu.
Dalam buku ini dikisahkan mengenai awal perjalanan karier Aurelie di dunia entertainment. Di mana pada usia 15 tahun ia berangkat dari Belgia bersama mama dan adiknya. Sementara sang ayah, masih bertahan di negara tersebut sembari memantau perkembangan aktris baru ini.
Nahas, dalam perjalanan kariernya, wanita berusia 32 tahun ini, harus menelan pil pahit. Bermula dari bertemu dengan sosok yang ia beri inisial Bobby.
Diceritakan, bahwa pria berbeda usia 10 tahun dengannya itu membuatnya terjebak dalam masa-masa yang kelam. Netizen pun banyak mengaitkan kisahnya dengan istilah child grooming.
Baca Juga
Apa Itu Grooming?
Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan oleh seseorang untuk menjalin hubungan emosional dengan seorang anak, dan terkadang dengan keluarga mereka, dengan tujuan untuk melakukan eksploitasi atau pelecehan.
Pelaku biasanya beroperasi secara perlahan dan sistematis untuk membangun rasa percaya (trust), menurunkan kewaspadaan korban, serta menciptakan ketergantungan atau kerahasiaan dalam hubungan mereka.
Proses ini dapat terjadi baik secara langsung maupun melalui media digital (online grooming). Pelaku seringkali menggunakan taktik seperti memberikan perhatian berlebih, hadiah, pujian, atau berpura-pura menjadi figur otoritas yang suportif agar korban merasa istimewa atau berutang budi.
Child grooming dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Mulai dari guru, pelatih olahraga, hingga orang tak dikenal. Karena sifatnya yang manipulatif dan bertahap, korban sering tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam bahaya hingga eksploitasi benar-benar terjadi.
Dampak Child Grooming
Pada awalnya, anak yang mengalami hal ini bisa mengalami kesulitan tidur, cemas atau kesulitan konsentrasi. Dalam jangka waktu lama, mereka bisa menarik diri, tidak komunikatif atau emosional. Bahkan, tak jarang anak yang mengalami grooming merasa depresi hingga trauma.
Lewat buku ini, Aurelie menceritakan, bagaimana ia bisa terlepas dari peristiwa tersebut. Dengan itu, ia berharap kejadian serupa tidak menimpa orang lain.
Saat ini, Aurelie Moeremans berada di Amerika Serikat bersama suaminya, Tyler Bigenho, setelah menikah di akhir 2024, dan sedang fokus menanti kelahiran buah hati mereka yang diperkirakan lahir pada pertengahan 2026 ini.
Bagi kamu yang ingin membaca kisahnya, silahkan kunjungi link yang ada pada akun instagram pribadi miliknya @aurelie. Buku elektronik tersebut ia bagikan secara gratis dan tersedia dalam bahasa Inggris dan Indonesia. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari