Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Aktivitas truk bermuatan berat yang kerap melintasi Flyover Jalan Juanda, Samarinda, pada malam hari menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Selain jumlahnya yang tidak sedikit, kondisi fisik flyover dinilai sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Warga yang tinggal di Jalan A. Wahab Syahranie Samarinda, Dianing Ratri, menyebut truk-truk besar mulai melintas secara intensif setelah pukul 20.00 Wita. Dalam satu waktu, tidak hanya satu kendaraan, melainkan konvoi dua hingga empat truk besar yang melaju bersamaan di atas flyover.
“Kalau satu truk mungkin masih bisa dimaklumi, tapi ini konvoi. Bahkan ada truk besar warna hijau yang ukurannya hampir seperti rumah dan mengangkut alat berat,” ungkapnya.
Ia menyoroti kondisi flyover yang dinilai tidak lagi ideal. Dari arah Jalan Abdul Wahab Sjahranie, terlihat retakan pada sisi kiri flyover. Sementara dari arah Jalan Juanda menuju Abdul Wahab Sjahranie, terdapat penurunan jalan yang menimbulkan perbedaan ketinggian permukaan.
“Secara kasat mata sudah terlihat ada masalah. Kalau terus dilewati kendaraan berat, tentu makin mempercepat kerusakan,” ujarnya.
Baca Juga
Selain muatan, kecepatan kendaraan juga menjadi perhatian. Dianing menilai, banyak truk melaju di atas batas kecepatan yang ditetapkan untuk kawasan dalam kota.
“Harusnya maksimal 40 kilometer per jam, tapi yang terjadi bisa lebih dari 60 kilometer per jam. Saat menanjak flyover pun mereka tetap ngebut. Itu yang bikin kami khawatir,” ucapnya.
Meski jam operasional truk disebut telah diatur oleh pemerintah kota, yakni boleh melintas mulai pukul 18.00 Wita, Dianing menilai masih ada aturan lain yang seharusnya ditegakkan. Diantaranya batas muatan, dimensi kendaraan, hingga ketentuan khusus untuk melintasi flyover.
Baca Juga
Menurutnya, pengawasan menjadi kunci. Warga tidak menuntut penjagaan ketat, namun setidaknya ada kehadiran petugas atau pemantauan rutin dari dinas terkait.
“Flyover itu dibangun dengan biaya besar. Sayang kalau tidak dijaga. Kami hanya ingin ada pengawasan agar pengguna jalan juga merasa aman,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari