Sambil Menunggu KPBU, RSUD IA Moeis Samarinda Kebut Peningkatan Fasilitas Medis

RSUD IA Moeis Samarinda kebut peningkatan fasilitas medis, sembari menunggu KPBU.
Devi Nila Sari
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Upaya peningkatan layanan kesehatan di RSUD Inche Abdoel (IA) Moeis Samarinda terus bergerak, meski realisasi skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) masih menunggu tahapan lanjutan. Manajemen rumah sakit memastikan penguatan layanan tetap berjalan melalui optimalisasi fasilitas yang ada, serta dukungan alat kesehatan dari pemerintah pusat.

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, Osa Rafshodia, mengungkapkan bahwa bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan dengan nilai mencapai Rp120 miliar menjadi penopang utama peningkatan layanan pada tahun ini hingga 2026. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap dan difokuskan pada layanan medis prioritas.

“Dalam waktu dekat, beberapa layanan unggulan sudah bisa dijalankan. Mulai April, pemasangan ring jantung dapat dilakukan di RSUD IA Moeis. Selain itu, kami juga mendapat alat mamografi dan penambahan CT scan,” kata Osa.

Ia menjelaskan, penguatan fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan bagi warga Samarinda. RSUD IA Moeis diarahkan menjadi rumah sakit rujukan regional, khususnya untuk layanan kanker, guna mengurangi beban antrean di sejumlah kota besar.

“Target kami bisa melayani pasien dari Kalimantan hingga luar pulau, seperti Makassar dan Jawa. Dengan begitu, masyarakat tidak harus menunggu lama atau dirujuk jauh,” ujarnya.

Saat ini, RSUD IA Moeis memiliki kapasitas 245 tempat tidur. Jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di ibu kota Kalimantan Timur. Melalui skema KPBU, kapasitas tempat tidur ditargetkan meningkat hingga minimal 333 unit.

Dalam waktu dekat, penambahan 53 tempat tidur akan mulai difungsikan pada semester kedua tahun ini, seiring beroperasinya Gedung Kesehatan Ibu dan Anak yang mulai digunakan bertahap sejak Februari.

Menurut Osa, KPBU menjadi kunci untuk lonjakan kapasitas yang lebih besar, baik dari sisi infrastruktur, ketersediaan dokter spesialis, hingga akses layanan medis lanjutan.

“Tanpa KPBU saja, peningkatan sudah terasa dua sampai tiga kali lipat. Jika skema itu berjalan, skalanya akan jauh lebih besar,” jelasnya.

RSUD IA Moeis juga dinilai memiliki modal kuat untuk pengembangan jangka panjang, mulai dari lahan bersertifikat seluas 10 hektare, sumber daya manusia, hingga jejaring layanan kesehatan di Samarinda yang saling melengkapi.

Terkait kelanjutan proyek KPBU, termasuk jadwal lelang ulang dan peletakan batu pertama, Osa menyebutkan, pengumuman resmi akan disampaikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, setelah seluruh tahapan siap.

“Prosesnya masih berjalan. Kami menunggu keputusan selanjutnya dari pemerintah kota,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }