Kaltim.akurasi.id, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi menetapkan pemenang Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara. Pengumuman tersebut dirangkaikan dengan peluncuran buku Pembangunan IKN Tahap I.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan Pusat Kebudayaan Nusantara dirancang sebagai ruang strategis untuk menampung, merayakan, sekaligus mengembangkan identitas bangsa melalui berbagai ekspresi budaya. Kawasan ini berada pada satu garis sumbu kebangsaan bersama Istana Negara, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, dan Masjid Negara.
“Di dalam kawasan ini akan dibangun Plaza Demokrasi dan Plaza Adi Budaya yang dilengkapi fasilitas utama seperti museum, perpustakaan sebagai pusat transformasi pengetahuan, galeri seni, hingga gelanggang olahraga untuk menopang ekosistem kebudayaan di IKN,” jelas Basuki.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I Sayembara Desain Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara diraih oleh karya berjudul Cerlang Nusantara. Juara II ditempati desain Simfoni Puspa Segara, sementara Juara III diraih karya Kisah yang Ditenun oleh Rimba.
Desain pemenang utama mengangkat narasi perjalanan peradaban Nusantara sejak era megalitikum hingga masa depan. Konsep tersebut merefleksikan pandangan bahwa sejarah dan tradisi sebagai fondasi peradaban tertua di Nusantara bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan nilai hidup yang terus menuntun arah perkembangan ke depan.
Baca Juga
Secara visual, bangunan utama dirancang dengan nuansa batu berbentuk prismatik yang dipadukan dengan kearifan lokal Kalimantan melalui filosofi pohon kehidupan atau pohon kebijaksanaan. Filosofi tersebut diwujudkan dalam struktur serta infrastruktur bangunan.
Basuki menegaskan pembangunan Pusat Kebudayaan Nusantara akan mengedepankan prinsip kolaborasi serta keterbukaan terhadap penyempurnaan desain.
“Hak cipta berada pada Otorita IKN. Ke depan, pemenang dapat berkolaborasi dan terbuka terhadap masukan desain yang lebih baik. Setiap desain sudah dilengkapi perkiraan anggaran. Nantinya akan kami kaji RAB-nya dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Target tercepat pembangunan dimulai pada 2027,” ujarnya.
Selain itu, OIKN juga meluncurkan dua buku, yakni Mengukir Kota Masa Depan karya Wicaksono Sarosa dan Sarwo Handayani, serta Membangun Kota Masa Depan yang disusun oleh Tim Otorita IKN. Kedua buku tersebut merekam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan IKN pada fase awal.
Sementara itu, salah satu anggota tim pemenang utama, Yori Antar, menyampaikan bahwa rancangan Pusat Kebudayaan Nusantara lahir dari keyakinan akan kekayaan budaya Indonesia yang memiliki daya inspiratif global.
“IKN akan menginspirasi dunia, karena menunjukkan betapa kayanya budaya dan tradisi yang kita miliki,” tutup Yori. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id