Parkir Mie Gacoan Samarinda Disoal, Warga Lokal Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Polemik pengelolaan parkir di sejumlah gerai Mie Gacoan Samarinda berlanjut. Juru parkir lokal merasa terancam kehilangan pekerjaan, usai pengelola parkir diganti ke pihak ketiga, yakni PT BSS.
Devi Nila Sari
1.7k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Polemik pengelolaan parkir di gerai Mie Gacoan Jalan M Yamin, Kecamatan Samarinda Ulu, dan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sungai Pinang, terus berlanjut. Hal ini dinilai berpotensi memicu konflik sosial berkepanjangan jika tidak segera dituntaskan.

Persoalan ini terjadi usai manajemen Mie Gacoan menunjuk pihak lain, yakni PT Bahana Security System (BSS), sebagai pengelola parkir. Keputusan tersebut menuai penolakan dari pengelola parkir lokal yang selama ini telah menjalankan aktivitas perparkiran di dua lokasi tersebut.

Koordinator parkir Mie Gacoan, Deddy Septian, menilai pengelolaan parkir seharusnya tetap melibatkan dan memprioritaskan warga lokal. Menurutnya, penunjukan pihak luar berpotensi menghilangkan mata pencaharian masyarakat setempat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas parkir tersebut.

“Kalau pengelolaan diambil alih orang luar, lalu warga lokal mau kerja apa dan makan dari mana? Justru selama ini kami yang mengelola bisa memberdayakan teman-teman sekitar yang sebelumnya menganggur untuk ikut bekerja,” ujar Deddy.

Ia menegaskan, masyarakat setempat telah mengelola parkir sejak awal operasional Mie Gacoan di Samarinda, sekitar dua tahun lalu. Saat itu, pengelolaan parkir diserahkan langsung oleh manajemen lama kepada warga lokal dan berjalan tanpa persoalan berarti.

“Dari sisi perparkiran sampai keamanan, semua kami tangani. Ini sesuai dengan kesepakatan awal dan melibatkan pihak-pihak yang sejak awal berjuang dan bekerja di lokasi ini,” katanya.

Deddy menekankan, penolakan tersebut bukan berarti menutup ruang bagi investasi dari luar daerah. Namun, ia berharap, kehadiran manajemen baru tidak serta-merta menyingkirkan warga lokal yang sudah lebih dulu bekerja.

“Kalau memang ada manajemen baru, seharusnya tetap melibatkan dan mengutamakan warga lokal yang sudah hampir dua tahun bekerja di sini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }