Jumlah Usia Kerja Naik, Pengangguran Kaltim Justru Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan jumlah penduduk usia kerja di Kalimantan Timur belum diikuti perluasan lapangan pekerjaan. Data BPS mencatat tingkat pengangguran daerah ini justru lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, bahkan pengangguran perempuan dan lulusan SMK mengalami kenaikan.
Fajri
By
2.6k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat jumlah penduduk usia kerja di provinsi ini terus meningkat. Namun, pertumbuhan tersebut belum diimbangi dengan perluasan lapangan pekerjaan, sehingga tingkat pengangguran masih berada di atas rata-rata nasional.

Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kaltim pada November 2025 tercatat sebesar 5,20 persen. Angka ini meningkat 0,02 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Sebaliknya, secara nasional tingkat pengangguran justru mengalami penurunan sebesar 0,11 persen poin dengan TPT berada di angka 4,74 persen. Artinya, dari setiap 100 angkatan kerja di Indonesia, sekitar 4 hingga 5 orang masih menganggur. Sementara di Kaltim, jumlahnya mencapai 5 hingga 6 orang dari setiap 100 angkatan kerja.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, merinci bahwa berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 4,05 persen atau lebih rendah dibanding perempuan yang mencapai 7,30 persen.

“TPT pada laki-laki mengalami penurunan sebesar 1,16 persen poin, sedangkan pada perempuan justru meningkat sebesar 2,17 persen poin dibanding Agustus 2025,” jelas Mas’ud dalam rilis pers di Kantor BPS Kaltim, Kamis (5/2/2026).

Jika dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni sebesar 9,51 persen. Sementara tingkat pengangguran terendah terdapat pada kelompok pendidikan SD ke bawah sebesar 2,32 persen.

Dibandingkan Agustus 2025, TPT lulusan SMK meningkat sebesar 1,79 persen poin. Sementara pada lulusan diploma hingga pendidikan tinggi juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03 persen poin.

Sebaliknya, tingkat pengangguran mengalami penurunan pada lulusan SMA sebesar 0,67 persen poin, lulusan SMP sebesar 0,39 persen poin, serta kelompok pendidikan SD ke bawah sebesar 0,16 persen poin.

Mas’ud menegaskan, tren tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tenaga kerja terdidik belum sepenuhnya terserap oleh pasar kerja yang tersedia di Kalimantan Timur. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }