Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Perumda Tirta Kencana Samarinda tinggal selangkah lagi memulai produksi komersial air minum dalam kemasan (AMDK). Pabrik yang dibangun sejak 2025 itu kini telah menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan dan uji coba, dengan izin edar sebagai syarat terakhir sebelum produk dilepas ke pasar.
Direktur Pelayanan Perumda Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah, mengatakan kesiapan pabrik tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga administratif. Seluruh mesin produksi telah terpasang dan diuji, sementara merek produk juga sudah disiapkan.
“Secara teknis dan administrasi kami sudah siap. Semua perkembangan juga kami laporkan secara berkala kepada kuasa pemilik modal, dalam hal ini Wali Kota Samarinda,” kata dia.
Ia menjelaskan, proses audit dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah dilalui. Selain itu, sertifikasi halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI) juga telah diperoleh. Dengan demikian, izin edar menjadi tahapan akhir yang kini ditunggu oleh perusahaan daerah tersebut.
“Audit BPOM sudah selesai, sertifikat halal dan SNI juga sudah keluar. Kalau izin edar terbit, kami langsung masuk tahap peluncuran,” ujarnya.
AMDK produksi Perumda Tirta Kencana diolah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol. Namun, untuk kebutuhan air kemasan, diterapkan proses pra-perlakuan (pre-treatment) tambahan guna memastikan mutu air memenuhi standar AMDK.
Perumda Tirta Kencana Rampungkan Kajian Harga Jual
Pada tahap awal, kapasitas produksi pabrik dirancang mencapai 10 meter kubik per jam. Meski begitu, volume produksi bersifat adaptif dan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Kami masih melihat respons pasar, karena ini lini usaha baru. Dari survei yang kami lakukan, sudah cukup banyak merek lokal. Itu menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi produksi,” jelas Widyastuti.
Selain kesiapan produksi, Perumda Tirta Kencana juga tengah merampungkan kajian harga jual. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan biaya produksi, daya beli masyarakat, serta keberlanjutan usaha milik daerah.
Widyastuti menargetkan, izin edar dapat terbit pada Mei atau Juni mendatang. Jika sesuai rencana, produk AMDK milik Perumda Tirta Kencana akan mulai dipasarkan pada pertengahan tahun ini.
“Target kami pertengahan tahun sudah bisa diluncurkan dan dipasarkan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, anggaran yang dikucurkan untuk investasi AMDK pada 2024 mencapai Rp1,3 miliar. Investasi tersebut dilanjutkan pada 2025 dengan tambahan anggaran sebesar Rp3,7 miliar. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari
