Banjir Terus Rendam SMPN 24 Samarinda, Pembangunan Gedung Baru Masih Tanpa Kepastian

Banjir kembali melumpuhkan aktivitas SMPN 24 Samarinda. Meski persoalan ini terjadi hampir setiap tahun, rencana pembangunan gedung baru sekolah tersebut hingga kini masih belum menemui kepastian, sementara fasilitas dan proses belajar mengajar terus terancam.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Banjir kembali merendam SMP Negeri 24 Samarinda di Kelurahan Bukit Pinang, Senin (10/2/2026). Sekolah tersebut diketahui hampir setiap tahun terdampak banjir saat musim hujan.

Kepala SMPN 24 Samarinda, Bambang, mengatakan ketinggian air memang tidak mencapai satu meter. Namun, genangan merata di sejumlah ruang kelas lantai dasar dan nyaris menyentuh perangkat elektronik sekolah.

“Kalau sampai masuk ke laptop dan komputer, itu sudah sangat parah. Di situ ada ruang kerja dan ruang belajar,” ungkap Bambang.

Ia menyebut banjir kali ini juga mengancam fasilitas sekolah yang baru saja diterima. Sejumlah meja baru, yang sebagian merupakan bantuan, berpotensi rusak akibat terendam air.

“Terus terang saya sangat menyayangkan. Meja-meja baru baru datang, kalau rusak lagi rasanya capek. Kami butuh tindakan secepatnya,” ujarnya.

Akibat banjir tersebut, kegiatan belajar mengajar di SMPN 24 Samarinda terpaksa dihentikan sementara. Pihak sekolah berencana melakukan pembersihan pada Selasa (11/2/2026) dengan melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Bambang menjelaskan, Pemerintah Kota Samarinda sebelumnya telah melakukan penanganan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan membersihkan drainase di sekitar sekolah. Upaya tersebut sempat mengurangi potensi banjir.

“Selama ini saya selalu bilang alhamdulillah sudah tidak ada banjir. Pernah ada, tapi kecil. Yang hari Senin ini justru besar sekali, air masuk hampir ke semua ruangan,” terangnya.

Menurut Bambang, kondisi ini menunjukkan perlunya solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang sempat dibahas adalah relokasi sementara siswa sambil menunggu pembangunan gedung baru.

“Pada prinsipnya kami siap mengikuti arahan pemerintah. Kalau memang harus dirombak dan dinaikkan, kami siap cari solusi lain, termasuk pembelajaran online,” ucapnya.

Namun, rencana relokasi masih terkendala biaya pematangan lahan yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Selain itu, lahan yang tersedia merupakan aset Pemerintah Kota Samarinda. Karena itu, muncul dua alternatif penanganan, yakni membangun sekolah model panggung atau meninggikan bangunan yang ada.

Hingga kini, belum ada kepastian terkait pembangunan gedung baru. Meski sempat disebut sebagai program prioritas dan direncanakan terealisasi pada 2026, pihak sekolah mengaku masih menunggu kejelasan pelaksanaan.

“Kami diminta bersabar karena katanya sudah masuk prioritas. Harapan kami memang masih menunggu,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }