Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Menjelang satu tahun kepemimpinannya, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji mengakui masih terdapat banyak kelemahan dan kekurangan pemerintah yang harus diperbaiki.
Terutama program pendidikan Gratispol yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat. Mulai dari keterlambatan bayar, sistem, dan lambatnya respon admin program tersebut.
“Alhamdulillah kita sudah setahun dan program prioritas sudah berjalan. Semuanya sudah dilakukan meskipun ada beberapa kelemahan dan kekurangan yang harus diperbaiki,” kata dia saat diwawancarai awak media di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Jawa, Samarinda Ulu, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, permasalahan yang terjadi merupakan hal yang lumrah. Mengingat, program ini baru pertama kali dilaksanakan di Tanah Benua Etam, sapaan Kaltim.
Kendati demikian, Pemprov Kaltim disebut tetap menerima keluhan, saran dan kritik dari masyarakat. Hal itu pun akan dijadikan evaluasi untuk kelanjutan program tersebut kedepannya.
Tahun ini ditargetkan ada sekitar 124 ribu mahasiswa reguler yang akan ditanggung oleh program tersebut. Perihal ini pun akan menjadi perhatian khusus agar tidak terjadi kesalahan yang berulang.
Terkait isu kelas eksekutif yang saat ini tengah ramai menjadi perbincangan. Ia menyebut, jika saat ini ihwal tersebut sedang didiskusikan lebih lanjut.
Pemprov Kaltim meminta perguruan tinggi yang memiliki kelas khusus, untuk diupayakan menjadi kelas reguler agar uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswanya dapat dibiayai dengan skema Gratispol.
Baca Juga
“Kami mohon doa dari masyarakat agar program kerja Gubernur dan Wagub berjalan baik,” pintanya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari