Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Sebanyak 25 siswa di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan mengalami gejala mual usai mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyikapi insiden tersebut, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
“Adanya insiden ini, kita wajib untuk mengevaluasi. Ini harus betul-betul kita perhatikan,” kata Waris.
Ia menyebut, berdasarkan informasi awal, dugaan sementara bukan berasal dari makanan pokok, melainkan dari menu tambahan seperti kue. Waris menyinggung kemungkinan adanya campuran bahan pada topping atau hiasan makanan yang berpotensi menjadi penyebab.
“Tadi informasinya bukan dari makanan utamanya, tapi tambahan seperti kue-kue. Sekarang kan banyak inovasi, ada campuran atau hiasan di atasnya. Itu yang mungkin tercampur,” ujarnya.
Meski demikian, ia juga menerima laporan adanya sayur yang terasa kecut. Untuk memastikan penyebab pasti, Pemkab PPU berencana memanggil koordinator dan seluruh pihak terkait guna melakukan klarifikasi dan evaluasi teknis.
Baca Juga
“Besok kita panggil koordinator dan semua yang terlibat supaya bisa kita sterilkan dapurnya, termasuk pendistribusian harus kita kontrol,” tegasnya.
Waris Harap Siswa Tidak Trauma MBG
Waris mengakui, program MBG di lokasi tersebut belum genap sebulan. Ia menyatakan, selama ini melakukan kontrol rutin terhadap operasional dapur dan kualitas makanan. Dalam waktu dekat, ia juga akan meninjau langsung dapur penyedia makanan.
“Memang ini masih tahap awal, baru berjalan. Saya selalu kontrol tiap hari. Kalau tidak ada halangan, besok atau sore ini saya ke dapur,” katanya.
Baca Juga
Terkait langkah pencegahan, ia memastikan seluruh aspek, termasuk kebersihan dapur dan proses pengolahan, akan dievaluasi. Bahkan, opsi pengurangan jumlah porsi produksi per dapur turut dipertimbangkan agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Jangan sampai satu dapur sampai dua ribu atau tiga ribu porsi. Mungkin seribu saja, supaya tidak kewalahan dan kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya.
Selain evaluasi teknis, Pemkab PPU juga memperhatikan kondisi pemulihan siswa. Waris meminta orang tua tidak panik dan berharap kejadian ini tidak menimbulkan trauma pada anak-anak terhadap program makan gratis.
“Jangan sampai anak-anak jadi trauma dan tidak mau makan lagi. Ini awal, kita perbaiki supaya mereka bisa kembali makan dengan baik dan tidak ada ketakutan,” ucapnya.
Ia menegaskan, program MBG merupakan instruksi nasional yang harus dijalankan dengan standar ketat. Karena itu, menurutnya, pengawasan akan diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini instruksi presiden, artinya harus betul-betul dijalankan dengan baik. Kita evaluasi supaya tidak terjadi lagi,” pungkas Waris. (*)
Baca Juga
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari