Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Upaya konfirmasi kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru Nur Lampu atas kejadian keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 25 siswa cukup pelik. Tim Akurasi.id mencoba mendatangi SPPG usai dari IGD Puskesmas Waru yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Sampainya di sana pukul 13.05 Wita, Rabu (11/02/2026), tampak tim dari Polsek Waru berada di pekarangan SPPG tersebut. Termasuk beberapa tim SPPG dengan seragam berwarna biru muda berlabel “KA SPPG”.
Terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki di depan ruang locker SPPG. Saat ditanya kepada tim yang berada di lokasi mengatakan Ketua SPPG, Muhammad Andi Rizki, sedang berada di dalam dapur bersama Pengawas SPPG, Ahli Gizi, Tim dari Polsek Waru dan tim dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sehingga kami menunggu untuk mengkonfirmasi situasi tersebut. Namun, setelah hampir satu jam dan mengkonfirmasi kembali keberadaan ketua SPPG, tim yang berada di lapangan mengatakan bahwa ketua SPPG telah kembali ke Puskesmas Waru.
Setelahnya, negosiasi dilakukan terkait siapa yang akan memberikan keterangan terhadap situasi tersebut, namun tidak ada yang berkenan termasuk ahli gizi yang masih berada di dalam dapur SPPG.
Baca Juga
Akhirnya tahapan konfirmasi terhenti, dikarenakan tidak ada yang bersedia memberikan keterangan dari sisi SPPG Nur Lampu yang menyediakan MBG.
“Kami tidak bisa konfirmasi, nanti saja menunggu kepastiannya,” ungkap salah seorang petugas.
Sebelumnya, PIC Mitra SPPG Waru Nur Lampu dari Yayasan Bakti Benua Taka, Yedy Kusuma, menyebut dugaan sementara gangguan kesehatan yang dialami 25 siswa dalam program MBG berasal dari menu puding yang dipasok pelaku UMKM. Mereka menduga terdapat bahan-bahan rentan yang berpengaruh kepada kesehatan. (*)
Baca Juga
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari