Minim Polusi dan Efisien, PLTSa Dinilai Cocok Diterapkan di Samarinda

Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai PLTSa cocok diterapkan di kota ini. Selain minim polusi dan efisien, teknologi ini dinilai mampu menjawab permasalahan sampah.
Devi Nila Sari
926 Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kota Samarinda bakal memiliki pengelolaan sampah berbasis energi melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Meski proyek tersebut sepenuhnya dipegang kendali oleh pemerintah pusat, hal ini disebut menjadi solusi jangka panjang dalam menekan volume sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, kehadiran PLTSa akan memperkuat sistem pengolahan sampah yang selama ini masih bertumpu pada metode konvensional. Ia menilai, teknologi tersebut telah teruji dan relevan diterapkan di Samarinda.

“Teknologi ini sudah digunakan di IKN dan hasilnya cukup baik. Minim polusi dan efisien dalam operasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, minat investasi terhadap proyek tersebut mulai berdatangan. Investor asal Korea Selatan yang terlibat dalam pengembangan PLTSa di IKN disebut menunjukkan ketertarikan untuk menggarap proyek serupa di Samarinda.

“Semua opsi akan kami pelajari secara matang. Prinsipnya, yang paling efektif dan cepat direalisasikan akan menjadi prioritas,” jelasnya.

Andi Harun menegaskan, pembangunan PLTSa bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari transformasi tata kelola sampah secara menyeluruh. Ia menyebut, sejumlah pembenahan di TPA Sambutan telah berjalan, seperti penguatan sistem pengelolaan air lindi, pengembangan zona sanitary landfill, hingga peningkatan kapasitas tenaga kerja untuk pemilahan sampah.

Saat ini, pemkot telah menyiapkan empat hingga lima petugas per shift dengan skema pengupahan yang telah diatur. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan di lapangan.

Ia memastikan, proses pembenahan terus berlangsung sesuai standar teknis. Ia menyebut, klarifikasi juga telah disampaikan langsung oleh menteri lingkungan hidup saat kunjungan tersebut.

“Kami fokus bekerja dan memastikan progresnya nyata. Evaluasi tentu ada, tetapi perbaikan juga terus berjalan,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }