Pencurian Helm Marak di Samarinda, Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Penadah

Polisi selidiki dugaan jaringan penadah. Menyusul terus berulangnya kasus pencurian helm di Kota Tepian.
Devi Nila Sari
1.5k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kasus pencurian helm di Samarinda seperti tak ada habisnya. Sudah terjadi selama bertahun-tahun dan bolak balik dilaporkan, namun kejadian serupa terus terulang.

Maraknya kasus pencurian helm ini diduga tak lepas dari keberadaan jaringan penadah yang menampung barang hasil curian untuk diperjualbelikan kembali, baik secara langsung maupun melalui media daring.

Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, mengungkapkan laporan pencurian helm masih kerap diterima pihaknya, terutama di area parkir pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga ruang publik.

“Kami juga mendalami kemungkinan adanya jaringan atau penadah. Selama masih ada yang menampung, kejahatan ini berpotensi terus berulang,” ujarnya.

Menurutnya, pola kejahatan tersebut menunjukkan adanya rantai distribusi yang memungkinkan barang curian kembali beredar di pasaran. Karena itu, kepolisian tidak hanya memburu pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam proses penampungan dan penjualan.

Untuk menekan angka kejahatan, Polresta Samarinda mengintensifkan patroli rutin, baik siang maupun malam hari, khususnya di jam-jam rawan.

“Patroli kami maksimalkan di jam-jam rawan. Kami juga sudah memerintahkan satreskrim untuk bertindak tegas terhadap setiap pelaku yang tertangkap,” tegas Hendri.

Selain itu, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Samarinda diminta mempercepat proses penyelidikan guna mengungkap jaringan yang terlibat.

Di sisi lain, kepolisian mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan fasilitas umum. Warga diimbau segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan pembongkaran fasilitas publik.

“Peran masyarakat sangat penting. Kami berharap warga tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Ini demi kepentingan bersama,” ucapnya.

Hendri menambahkan, menjaga fasilitas kota merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Kami ingin Samarinda tetap aman, nyaman, dan tertib. Jangan sampai ulah segelintir orang merugikan masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }