Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim menerima sejumlah laporan dari alumni, terkait dugaan perlakuan asusila yang dilakukan seorang oknum guru di SMK 3 Samarinda. Dugaan tindakan tersebut disebut terjadi saat para korban masih berstatus siswi di sekolah itu
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengungkapkan hingga kini pihaknya telah menerima laporan dari empat orang korban yang merupakan alumni.
“Sampai saat ini sudah ada empat orang yang melapor kepada kami. Tiga diantaranya merupakan alumni tahun 2016, 2017, dan 2018, serta satu lagi alumni 2025. Seluruh kejadian itu terjadi saat mereka masih menjadi siswi,” ungkap Rina, Kamis (19/2/2026).
Rina menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya tidak mengetahui dugaan peristiwa tersebut karena para korban tidak pernah menyampaikan apa yang mereka alami. Kasus ini mulai terungkap setelah mantan istri oknum guru tersebut, yang juga merupakan mantan siswi di sekolah yang sama, mendengar kabar adanya siswi yang hamil.
“Dari situ para korban sepakat untuk berbicara dan mengungkap kejadian yang mereka alami, agar tidak ada lagi adik kelas yang menjadi korban. Mereka menyampaikan modus yang digunakan terlapor sama,” ungkapnya.
Baca Juga
TRC PPA Kaltim berharap, pihak sekolah segera mengambil langkah tegas menyikapi laporan tersebut. Rina menilai, tindakan oknum guru itu telah mencoreng nama baik institusi pendidikan.
“Sebagai pendidik, seharusnya ia melindungi siswa, bukan justru melakukan kekerasan seksual dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Ini tentu mempermalukan institusi pendidikan yang selama ini telah mencetak banyak lulusan berprestasi,” tegasnya.
Ia menegaskan, agar kasus ini tidak membuat publik menggeneralisasi sekolah secara keseluruhan mengalami hal yang sama.
Baca Juga
“Saya sendiri memiliki anak yang merupakan alumni sekolah ini dan mendapatkan pendidikan yang baik. Jangan sampai karena satu oknum, nama baik sekolah yang sudah dibangun dengan susah payah menjadi tercemar,” imbuhnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari