Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menuai sorotan publik. Sejumlah pejabat memberikan penjelasan berbeda terkait tujuan pembelian kendaraan tersebut.
Sebelumnya, Kepala BPKAD Kaltim Ahmad Muzakkir dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Andi Muhammad Arpan menyebut mobil itu disiapkan untuk mendukung mobilitas penjemputan tamu VVIP di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan mempertimbangkan spesifikasi kendaraan yang disyaratkan, termasuk penggunaan mobil listrik.
Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan alasan berbeda. Ia mengatakan kendaraan tersebut dibutuhkan untuk mendukung mobilitas Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, terutama saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah dengan medan berat.
Sri menyinggung kunjungan dinas Gubernur ke kawasan Sotek–Bongan, Kabupaten Kutai Barat, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, kata dia, gubernur ingin memastikan langsung sejauh mana akses jalan di wilayah tersebut terhubung.
Menurutnya, jika masyarakat dapat melintasi jalur tersebut, maka kepala daerah juga seharusnya bisa menjangkaunya untuk memahami kondisi riil di lapangan. Namun, dalam kunjungan itu, rombongan sempat mengalami kendala sehingga Gubernur harus berganti kendaraan yang lebih sesuai untuk medan berat.
“Jadi saya mengira itu mungkin yang menjadi pertimbangan beliau. Artinya kendaraan kepala daerah itu memang harus bisa menembus medan Kaltim, di medan apa saja,” ujarnya saat diwawancarai di Samarinda, beberapa waktu lalu.
Sri menambahkan, kemampuan kendaraan menjangkau wilayah terpencil dinilai penting untuk memetakan infrastruktur yang perlu mendapat dukungan pembangunan dari Pemprov Kaltim. Hal itu, menurutnya, berkaitan langsung dengan penguatan konektivitas dan pengembangan ekonomi daerah.
“Beliau berpikirnya bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk nanti. Kalau itu dibuka, dari wilayah mana langsung terhubung, Kaltara sudah menunggu, IKN sudah menunggu,” tambahnya.
Baca Juga
Selain untuk kebutuhan kunjungan kerja, Sri menyebut kendaraan tersebut juga dapat difungsikan untuk penjemputan tamu di IKN.
Saat disinggung mengenai pengadaan mobil di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Sri tidak memberikan penjelasan rinci.
“Karena sudah beberapa kali terjebak di medan seperti itu, makanya keinginannya memang bagaimana kepala daerah bisa menembus. Bukan kemudian tahu tidak bisa, lalu tidak lewat. Justru kalau tahu kondisinya, bisa mengambil kebijakan terkait infrastruktur ke depan.”
“Ya kemarin Pak Barjas kan sudah menjelaskan. Saya tidak mengulang lagi,” tegasnya.
Kendati demikian, ia memastikan kendaraan tersebut telah resmi dibeli oleh Pemprov Kaltim.
“Kalau sudah diadakan, pasti sudah ada,” singkatnya. (*)
Baca Juga
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id