Ramadan di PPU Dijaga Ketat, Patroli Blue Light Siaga Cegah Balap Liar

Memasuki bulan suci, Polres Penajam Paser Utara memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan. Patroli blue light digencarkan dari jelang berbuka hingga dini hari untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, dan balap liar
Fajri
By
1.8k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Penajam Paser Utara meningkatkan intensitas pengamanan dan patroli selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas masyarakat pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang berbuka puasa hingga dini hari.

Kasatlantas Polres PPU, Dhedik IP, mengatakan pola pengamanan telah disesuaikan dengan kalender kamtibmas Ramadan. Fokus utama diarahkan pada sore hari menjelang buka puasa, malam selepas salat tarawih, hingga waktu setelah sahur.

“Kami sudah menempatkan personel untuk pengamanan di pasar Ramadan, titik-titik rawan keramaian, dan lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Peningkatan mobilitas masyarakat setelah berbuka puasa dan usai tarawih turut diantisipasi dengan mengaktifkan patroli blue light. Patroli ini menyasar kawasan rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, serta wilayah yang berpotensi terjadi tindak pidana.

“Patroli blue light ini terintegrasi dengan patroli Polri lainnya dan menerima informasi dari layanan 110. Termasuk patroli di daerah yang rawan balap liar,” jelas Dhedik.

Untuk lokasi yang menjadi perhatian khusus, Satlantas memfokuskan pengamanan di jalur-jalur poros, kawasan permukiman, Jalan Lawe-lawe, serta wilayah Petung yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas.

Sementara itu, patroli mobile digelar pada dini hari guna mengantisipasi aksi balap liar yang biasanya terjadi usai sahur.

Dhedik menyebut, hingga saat ini situasi kamtibmas di wilayah Penajam relatif kondusif. Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran serta masyarakat yang dinilai kooperatif dan patuh terhadap imbauan kepolisian sejak awal Ramadan.

“Alhamdulillah masyarakat Penajam sangat baik. Sosialisasi yang kami lakukan sejak awal Ramadan didengar dan ditaati, sehingga belum ditemukan kejadian balap liar maupun gangguan kamtibmas lainnya,” katanya.

Meski demikian, Satlantas tetap membuka ruang partisipasi publik. Jika masyarakat menemukan potensi gangguan keamanan, Dhedik meminta agar segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti di lapangan.

Terkait maraknya balap liar yang kerap dipicu minimnya ruang penyaluran hobi anak muda, Dhedik menilai kegiatan resmi seperti ajang balap atau event olahraga yang difasilitasi pemerintah daerah memiliki dampak positif.

“Kemarin ada kegiatan yang difasilitasi pemerintah daerah (Drag Race), itu sangat berdampak. Minat dan hasrat anak-anak muda tersalurkan, sehingga aktivitas balap liar menurun,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepolisian siap mengamankan setiap kegiatan kemasyarakatan yang bersifat positif. Namun, polisi bukan sebagai penyelenggara, melainkan pengaman.

“Kalau ada komunitas atau pemerintah daerah menginisiasi kegiatan seperti balap lari atau event olahraga lainnya, kami siap mengamankan. Itu jauh lebih positif, bahkan bisa melahirkan bibit atlet,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }