Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Potensi zakat di Samarinda disebut mencapai angka fantastis, yakni hingga Rp125 miliar per tahun. Namun, realisasi penghimpunan zakat saat ini masih jauh dari angka tersebut.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Samarinda pun menargetkan capaian Rp14 miliar pada 2026 sebagai langkah realistis untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
Kepala BAZNAS Samarinda, Ahmad Syahir Idris, mengakui bahwa potensi zakat di Kota Tepian sangat besar. Hanya saja, diperlukan strategi dan pendekatan bertahap agar target bisa tercapai.
“Kalau potensi sebenarnya sangat besar, bisa sampai Rp125 miliar. Tapi memang saat ini kami masih terus melakukan sosialisasi dan penguatan sistem penghimpunan,” bebernya.
Menurutnya, target Rp14 miliar pada 2026 dipasang sebagai angka yang realistis dan terukur. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya capaian penghimpunan zakat masih belum mendekati angka tersebut.
Baca Juga
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama adalah belum optimalnya kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Karena itu, BAZNAS Samarinda terus meramu berbagai program agar lebih memudahkan para muzaki dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya.
Strategi BAZNAS Samarinda Perluas Jaringan
Upaya yang dilakukan antara lain memperluas jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid, musala, dan langgar. Saat ini, BAZNAS Samarinda telah bekerja sama dengan hampir 325 rumah ibadah yang memiliki UPZ rekomendasi resmi. Selain itu, tersedia pula layanan “call zakat” bagi muzaki yang tidak sempat datang langsung untuk menunaikan kewajibannya.
Di sisi lain, BAZNAS juga berupaya menjaga kepercayaan publik melalui sistem pendistribusian yang transparan dan tepat sasaran.
“Setiap calon penerima manfaat melalui proses asesmen berjenjang, mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan, dilanjutkan survei lapangan dan wawancara sebelum bantuan disalurkan,” jelasnya.
Syahir berharap, dengan peningkatan pelayanan dan penguatan program, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS semakin tumbuh.
“Harapannya, potensi besar yang ada di Samarinda bisa benar-benar tergali maksimal sehingga manfaatnya kembali ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari
