Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan tidak lagi berada dalam barisan pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, pada kontestasi mendatang.
PKB menjadi partai pertama dari 12 partai pengusung pasangan tersebut pada Pilgub 2024 yang secara terbuka menyatakan sikap menjaga jarak.
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, mengatakan pihaknya tetap mendukung kebijakan pemerintah selama berpihak pada masyarakat. Namun, ia menegaskan partainya tidak akan ragu mengkritik jika kebijakan dinilai merugikan rakyat.
“Kami akan mengkritik dan menolak kebijakan tersebut jika tidak berpihak kepada rakyat,” tegasnya di Samarinda, Senin (2/2/2026).
Syafruddin menilai selama ini tidak ada ruang diskusi yang memadai antara pemerintah provinsi dan PKB, termasuk saat muncul persoalan di masyarakat terkait program unggulan seperti Gratispol.
Baca Juga
“Saat ini kami tidak bisa memberi masukan. Ruang diskusi saja tidak ada. Kami hanya mengantarkan menjadi gubernur,” ujarnya.
Menurutnya, sikap menjaga jarak ini juga dilandasi ambisi partai untuk mendorong kader sendiri pada Pilgub mendatang. Ia menyebut PKB Kaltim telah mengantongi satu nama yang dinilai layak bertarung memperebutkan kursi KT 1.
“Siapa orangnya masih rahasia. Yang jelas berpengalaman di eksekutif dan sedang dalam perjalanan dua periode. Sudah pasti pada Pilgub mendatang kami tidak mendukung Rudy maupun Seno,” katanya.
Selain tingkat provinsi, PKB juga mulai memanaskan mesin partai untuk Pilkada bupati dan wali kota di kabupaten/kota se-Kaltim.
Pada Pemilu 2029, partai berlambang bola dunia itu menargetkan peningkatan kursi DPRD provinsi secara signifikan. Dari enam kursi saat ini, PKB menargetkan 11 kursi agar dapat mengusung calon gubernur secara mandiri.
“Target 2029 lebih besar lagi. Kami ingin menambah kursi menjadi 11 agar bisa mengusung sendiri pada Pilgub yang akan datang,” tutupnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
