Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Banjir yang kerap terjadi di lingkungan RSUD Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), disebut telah menjadi persoalan yang berulang setiap kali hujan deras.
Direktur Utama RSUD Ratu Aji Putri Botung, Lukasiwan, menjelaskan kondisi itu dipicu oleh posisi landscape rumah sakit yang lebih rendah dibandingkan badan jalan di sekitarnya, sehingga air hujan mudah masuk ke area halaman rumah sakit.
“Banjir di RSUD memang sudah menjadi langganan setiap hujan deras, karena posisi landscape RSUD lebih rendah dari jalan,” kata Lukasiwan.
Meski demikian, ia memastikan, kondisi tersebut tidak sampai mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Walaupun terjadi banjir, kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Baca Juga
Lukasiwan berharap, ke depan dilakukan penataan pada saluran drainase di depan kawasan rumah sakit, terutama melalui pelebaran dan pendalaman parit agar aliran air tidak meluap ke area rumah sakit.
“Harapannya saluran air atau parit di depan RSUD bisa dilakukan pelebaran dan pendalaman, sehingga air tidak justru masuk ke halaman RSUD,” harapnya.
Selain penanganan drainase, pihaknya juga berharap pembangunan gedung baru RSUD setinggi empat lantai dapat segera terealisasi, dengan lokasi dan tata lahan yang lebih baik.
Baca Juga
“Kami juga berharap pembangunan gedung RSUD empat lantai dengan landscape yang lebih baik dapat terwujud,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini pelayanan di seluruh unit rumah sakit tetap berjalan normal meskipun terjadi genangan air di beberapa area
“Alhamdulillah , selama ini pelayanan di semua lini tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Untuk penanganan pasc abanjir, pihak rumah sakit mengerahkan petugas kebersihan serta sejumlah tim internal untuk melakukan pembersihan area.
“Pembersihan pascabanjir dilakukan oleh petugas cleaning service, tim IPSRS, dan tim K3RS RSUD,” pungkasnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari
