Kaltim.akurasi.id, Samaeinda – Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar kembali mencuat setelah disinggung oleh Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.
Prabowo membandingkan fasilitas kendaraan pejabat daerah, dengan kendaraan operasional presiden yang sangat jauh, lantaran ia hanya menggunakan mobil jenis maung. Maung merupakan kendaraan taktis buatan dalam negeri, dengan nilai jauh lebih rendah, yakni sekitar Rp1 miliar.
Terlebih, saat ini pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran dalam setiap aspek pemerintahan, termasuk penyediaan fasilitas pejabat.
Menanggapi hal tersebut, Rudy Mas’ud mengatakan, pihaknya telah mengambil kebijakan pengembalian kendaraan dinas, sebelum Prabowo menyinggung persoalan tersebut.
“Pada 2 Maret kendaraan sudah kami kembalikan, dan proses administrasinya tuntas pada 11 Maret,” ujarnya.
Baca Juga
Rudy Sebut Kembalikan Mobil Dinas Bukan karena Disentil Prabowo
Dia menjelaskan, keputusan tersebut tidak semata-mata dipicu oleh perhatian nasional, melainkan sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat yang berkembang di daerah.
Rudy menyebut, pihaknya mempertimbangkan berbagai masukan publik sebelum akhirnya memutuskan untuk mengembalikan kendaraan, yang sebelumnya direncanakan untuk menunjang kegiatan pemerintahan.
“Banyaknya aspirasi masyarakat menjadi bahan pertimbangan kami, termasuk melihat kondisi yang ada. Kendaraan itu akhirnya kami kembalikan,” ungkapnya.
Baca Juga
Ia juga mengapresiasi, peran aktif masyarakat yang memberikan kritik dan masukan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan pengawasan masyarakat Kaltim. Semua kritik dan saran kami terima sebagai bahan evaluasi,” tambahnya.
Anggaran Mobil Dinas Bakal Diarahkan ke Pelayanan Dasar
Lebih jauh, Rudy memastikan langkah tersebut bukan sekadar simbolis. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan kendaraan dinas akan dialihkan ke sektor yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan, fokus pemerintah daerah kini diarahkan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta berbagai program sosial.
“Anggaran tersebut kami upayakan untuk mendukung pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
Dalam menjalankan aktivitas kedinasan, Rudy mengaku, memanfaatkan kendaraan yang tersedia, termasuk kendaraan pribadi. Ia bahkan kerap mengemudi sendiri saat turun ke lapangan, guna melihat kondisi riil masyarakat.
Baca Juga
“Saya sering menggunakan kendaraan pribadi agar bisa langsung memantau situasi di lapangan dan mengetahui apa saja yang perlu dibenahi,” tuturnya.
Rudy menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, apabila terdapat kebijakan yang kurang berkenan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama mengawal pembangunan di Kalimantan Timur.
“Kami mohon maaf atas kekurangan yang ada, dan kami berharap masyarakat dapat terus mengawal pembangunan agar berjalan lebih baik,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari