Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus memetakan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh perangkat daerah.
Kepala BKPSDM Samarinda, Fiona Citrayani, menyebut kebutuhan tenaga sebenarnya tersebar di berbagai sektor, menyesuaikan kondisi riil masing-masing perangkat daerah.
“Kalau ditanya sektor mana yang paling banyak membutuhkan, sebenarnya semua perangkat daerah memiliki kebutuhan. Namun, itu akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penentuan formasi pegawai tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah daerah mempertimbangkan kebutuhan aktual sekaligus kemampuan anggaran untuk membiayai penambahan pegawai.
Menurutnya, jika suatu instansi masih kekurangan tenaga, akan dilakukan evaluasi untuk memastikan apakah kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sesuai kapasitas keuangan daerah.
Meski demikian, dua sektor masih mendominasi kebutuhan tenaga, yakni pendidikan dan kesehatan. Kondisi ini dipengaruhi tingginya angka pegawai yang memasuki masa pensiun setiap tahun.
“Di sektor pendidikan, jumlah pegawai yang pensiun bisa mencapai sekitar 400 orang per tahun. Ini tentu berdampak pada kebutuhan tenaga pengganti yang cukup besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga di sektor kesehatan juga terus meningkat seiring tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. (*)
Baca Juga
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id