Tiga Anak Terjangkit DBD, Kelurahan Petung Lakukan Fogging Swadaya

Ada tiga anak usia 12 sampai 13 tahun tersuspek demam berdarah di Kelurahan Petung. Upaya pencegahan pun dilakukan dengan melakukan fogging.
Devi Nila Sari
1.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, melakukan upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) menyusul adanya laporan warga terkait kasus suspek di wilayah RT 07.

Lurah Petung Achmad Fitriady mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti informasi dari ketua RT dan masyarakat dengan melaksanakan kegiatan fogging serta pemantauan lingkungan.

“Kami melakukan kegiatan di wilayah Kelurahan Petung RT 07, karena ada beberapa informasi dari RT dan warga. Ada tiga anak usia 12 sampai 13 tahun yang tersuspek demam berdarah,” tuturnya.

Ia memastikan, hingga saat ini belum terdapat korban jiwa akibat kasus tersebut. Namun, langkah cepat tetap dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Belum ada yang meninggal, tapi kita harus bersikap cepat untuk pencegahan,” tegasnya.

Fitriady mengungkapkan, kegiatan fogging dilakukan secara swadaya karena keterbatasan anggaran bahan bakar, meskipun untuk obat insektisida masih tersedia melalui puskesmas.

“BBM untuk fogging tidak ada anggaran, jadi kita lakukan secara swadaya. Tapi untuk obat masih ada dari puskesmas,” jelasnya.

Selain fogging, pihak kelurahan juga mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi genangan air menurutnya lebih penting.

“Hidup bersih dan sehat itu yang paling penting. Kita juga sempat dapat pembagian kelambu untuk masyarakat,” katanya.

Ia juga menyinggung potensi peningkatan populasi nyamuk, yang diduga berkaitan dengan mobilitas kawasan sekitar, termasuk dari wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ada kemungkinan nyamuk ini berpindah, termasuk dari kawasan IKN. Tapi yang jelas kita fokus pada pencegahan di lingkungan kita,” ujarnya.

Fitriady berharap, langkah cepat yang dilakukan bersama masyarakat ini mampu menekan penyebaran DBD di wilayah Petung.

“Kegiatan ini lebih kepada pencegahan. Dampak dari demam berdarah ini kan soal lingkungan, jadi harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana