Kaltim.akurasi.id, Bontang – Kalimantan Timur memiliki banyak pilihan kuliner khas yang cocok dijadikan buah tangan, salah satunya adalah Mantau Balikpapan. Roti lembut dengan bentuk menyerupai bakpao ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Kalimantan Timur yang semakin populer di kalangan wisatawan. Memiliki cita rasa unik serta sejarah panjang, Mantau menjadi bukti adanya perpaduan budaya yang berkembang dalam kuliner masyarakat Balikpapan.
Mantau atau yang juga dikenal sebagai Roti Sepan merupakan makanan yang awalnya berasal dari budaya Tionghoa. Seiring waktu, makanan ini mengalami proses akulturasi dan beradaptasi dengan cita rasa masyarakat setempat hingga menjadi salah satu kuliner khas Balikpapan. Meski memiliki akar budaya luar, Mantau kini telah menjadi bagian dari identitas kuliner Kalimantan Timur.
Secara tampilan, Mantau memang sekilas mirip dengan bakpao. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Jika bakpao biasanya memiliki berbagai macam isian seperti daging, cokelat, atau kacang, Mantau tradisional justru berupa roti tanpa isi. Teksturnya lembut karena dibuat dari adonan tepung terigu pilihan yang diolah melalui proses fermentasi.
Bahan utama pembuatan Mantau terdiri dari tepung terigu, ragi, gula, garam, air, susu, dan mentega putih. Semua bahan dicampur lalu diuleni hingga menjadi adonan yang kalis. Setelah didiamkan agar mengembang, adonan kemudian dikukus hingga matang. Proses ini menghasilkan roti dengan tekstur empuk dan aroma khas.
Selain versi kukus, Mantau juga dikenal dengan varian mantau goreng. Proses pembuatannya dilakukan dengan menggoreng Mantau yang telah dikukus hingga permukaannya berubah menjadi warna cokelat keemasan. Mantau goreng yang berkualitas memiliki bagian luar yang sedikit renyah, tetapi tetap lembut saat digigit.
Keunikan Mantau khas Balikpapan semakin terasa dari cara penyajiannya. Makanan ini biasanya disantap bersama lauk pendamping seperti sapi lada hitam, ayam, atau olahan seafood. Cara menikmatinya mirip seperti membuat sandwich, yaitu dengan membelah roti kemudian memasukkan lauk ke dalamnya.
Pada awalnya, Mantau khas Balikpapan sering disajikan dengan saus daging rusa. Namun, karena rusa termasuk hewan yang dilindungi, penggunaan daging tersebut kemudian digantikan dengan daging sapi atau ayam. Perubahan ini membuat Mantau tetap dapat dinikmati tanpa menghilangkan ciri khas rasanya.
Mantau biasanya dikonsumsi sebagai menu sarapan maupun camilan saat siang atau sore hari. Teksturnya yang cukup mengenyangkan membuat makanan ini cocok menjadi pengganjal lapar. Mantau kukus juga nikmat disantap dalam keadaan hangat, sementara Mantau goreng memberikan sensasi renyah di bagian luar.
Kini, Mantau semakin mudah ditemukan di berbagai tempat penjualan oleh-oleh di Balikpapan. Banyak produsen menawarkan kemasan praktis yang berisi beberapa buah Mantau lengkap dengan lauk pendamping seperti sapi lada hitam atau kepiting lada hitam.
Dengan harga yang relatif terjangkau, Mantau menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Kalimantan Timur yang banyak diburu wisatawan. Tidak hanya menawarkan rasa lezat, Mantau juga membawa cerita tentang perjalanan budaya dan kreativitas masyarakat Balikpapan dalam mengembangkan kuliner lokal.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, membawa pulang Mantau berarti membawa pulang salah satu cita rasa khas daerah yang kaya akan sejarah dan perpaduan budaya. (*)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi