Kaltim.akurasi.id, Bontang – Jika berbicara tentang gunung di Kalimantan Timur, sebagian orang mungkin lebih mengenal kawasan pegunungan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Namun, di balik lebatnya hutan tropis Kalimantan, terdapat sebuah gunung yang dikenal memiliki jalur pendakian ekstrem, yakni Gunung Beriun.
Gunung Beriun terletak di Desa Karangan Dalam, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Meski memiliki ketinggian sekitar 1.261 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini bukanlah destinasi yang mudah ditaklukkan. Bahkan, banyak pendaki menyebut Gunung Beriun sebagai salah satu gunung paling menantang di Kalimantan.
Nama “Beriun” berasal dari bahasa Suku Dayak Basap yang berarti gunung atau tanah tinggi. Gunung ini memiliki keunikan tersendiri karena menjadi satu-satunya gunung tertinggi berkontur tanah di kawasan Pegunungan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Di kawasan tersebut juga terdapat sejumlah gunung batu lainnya, seperti Batu Gergaji, Batu Tondoyan, Batu Tutunambo, dan Batu Pangadan. Keberadaan Gunung Beriun menjadi bagian penting dari bentang alam karst yang memiliki nilai ekologis tinggi di Kalimantan Timur.
Meskipun ketinggiannya tidak setinggi gunung-gunung di Pulau Jawa, medan menuju puncak Gunung Beriun tergolong sangat berat. Lokasinya yang tersembunyi di tengah hutan basah tropis membuat jalur pendakiannya penuh tantangan.
Untuk mencapai puncak, pendaki membutuhkan waktu sekitar 10 hari perjalanan. Selama pendakian, mereka harus melewati berbagai rintangan, mulai dari menyusuri sungai, menembus hutan tropis yang masih alami, hingga menaklukkan jurang-jurang curam.
Karena tingkat kesulitannya yang tinggi, Gunung Beriun tidak direkomendasikan bagi pendaki pemula. Hanya pendaki dengan pengalaman dan kemampuan khusus yang disarankan untuk menjelajahi kawasan ini.
Menariknya, Gunung Beriun baru pertama kali didaki secara resmi pada tahun 2016 melalui ekspedisi bertajuk Black Borneo Expedition 2016.
Tim ekspedisi tersebut terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Tim Eiger, Tim National Geographic Indonesia, Forum Peduli Karst Kutai Timur, serta Pemuda Karangan Peduli Bumi.
Ekspedisi ini bertujuan membuka jalur penelitian sekaligus memperkenalkan potensi Gunung Beriun kepada masyarakat luas. Hingga Agustus 2020, tercatat baru ada delapan kali pendakian yang berhasil dilakukan di gunung tersebut.
Perjalanan menuju Gunung Beriun memang penuh tantangan. Dari Balikpapan, perjalanan darat menuju Sangatta membutuhkan waktu sekitar delapan jam sebelum dilanjutkan menuju Desa Karangan.
Namun, seluruh perjuangan tersebut akan terbayar dengan panorama alam yang masih sangat alami. Sepanjang jalur pendakian, pendaki dapat menemukan berbagai flora khas Kalimantan, seperti anggrek hitam, anggrek kuping besar, aneka lumut, serta vegetasi hutan hujan tropis lainnya.
Sesampainya di puncak, pendaki akan disuguhi pemandangan hamparan hutan lebat dan gugusan pegunungan karst yang membentang luas. Di sisi barat terlihat kawasan karst Danau Tebo, sementara di bagian selatan tampak Gunung Kulta yang berbatasan dengan Kabupaten Berau.
Dengan keindahan alam liar dan tingkat kesulitan yang tinggi, Gunung Beriun menjadi salah satu gunung di Kalimantan Timur yang menawarkan pengalaman pendakian berbeda sekaligus menantang bagi para petualang sejati. (*)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi