DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Lahan Terbengkalai untuk Pertanian

DPRD Samarinda dorong lahan yang tidak produktif dimanfaatkan untuk pertanian. Guna mendukung sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Devi Nila Sari
1.3K Views

Kaltim.akurasi.id, SamarindaPemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta lebih serius mengoptimalkan lahan yang selama ini belum produktif, untuk mendukung sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin, menilai potensi lahan di Samarinda masih cukup besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian. Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut harus diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia bahkan menyoroti keberadaan sejumlah kawasan yang justru digunakan untuk aktivitas tambang ilegal, padahal menurutnya dapat dialihkan untuk kegiatan pertanian.

“Sebagian besar malah banyak tambang-tambang ilegal di situ, seharusnya dibuat percetakan sawah dan dikelola masyarakat, banyak lahan tidur tapi tidak diproduktifkan,” kata Kamaruddin.

Namun, pemanfaatan lahan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur pertanian. Salah satu persoalan yang dinilai masih menghambat adalah terbatasnya jaringan irigasi dan sistem pengairan.

Kamaruddin menyebut, rencana pengembangan sarana pertanian di Samarinda hingga kini masih belum terlihat implementasinya secara maksimal. Padahal, keberadaan sistem pengairan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan.

“Sampai sekarang belum muncul, baru wacana dan perencanaan belum berjalan. Harusnya ada saluran irigasi dan pengairan, ada sih ada hanya sangat minim sekali dan tidak maksimal,” ujarnya.

Keterbatasan tersebut turut membuat produksi pangan lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sejumlah komoditas utama yang beredar di pasar Samarinda masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Komoditas seperti sayuran, bawang merah, bawang putih hingga beras masih banyak didatangkan dari sejumlah wilayah di luar Kalimantan Timur.

“Seperti sayur-mayur, bawang merah dan bawang putih, itu masih disuplai dari luar Kaltim. Beras juga begitu, ada yang dari Jawa Timur, Jawa Barat, Indramayu dan sebagian juga dari Sulawesi,” jelasnya.

Meski demikian, Kamaruddin mengakui sejumlah komoditas sayuran telah mampu diproduksi petani lokal. Kangkung, sawi dan beberapa jenis sayuran lainnya dinilai masih dapat memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong Pemkot Samarinda tidak berhenti pada perencanaan, tetapi segera mengarahkan kebijakan pada pembukaan dan pengelolaan lahan produktif, sekaligus membangun infrastruktur pendukung.

Terlebih, langkah tersebut penting agar ketergantungan Samarinda terhadap pasokan pangan dari luar daerah dapat ditekan secara bertahap.

“Jadi yang jelas Samarinda belum bisa dijadikan ketahanan pangan, seperti beras. Tetapi kalau untuk sayur-mayur seperti kangkung, sawi dan sebagainya masih bisa tercukupi di sini,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana