Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melakukan rapat koordinasi sekaligus peninjauan lapangan terkait pengendalian aliran air di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Sabtu (3/10/2026).
Peninjauan ini dilakukan bersama Loa Janan menyampaikan protes terkait persoalan aliran air pada 23 September 2026 lalu.
Kehadiran langsung jajaran pemerintah lintas daerah ini menjadi sinyal serius bahwa persoalan banjir di kawasan Loa Janan tidak bisa lagi ditangani secara parsial atau sepihak.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengapresiasi kehadiran Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam penanganan persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan banjir perlu melihat kondisi wilayah secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada wilayah Samarinda.
Dia menyebut, kondisi Desa Loa Janan Ulu juga terdampak ketika terjadi peningkatan debit dan pasang air. Bahkan, sebagian wilayah disebut kerap mengalami genangan cukup luas.
“Kami mengapresiasi bapak wali kota Samarinda yang sudah datang ke Kukar. Beliau tidak hanya memikirkan penanganan banjir di Loa Janan bagian Samarinda, tetapi juga tetap mendengar dari kita,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, pengalaman Pemkot Samarinda dalam menangani persoalan banjir dapat menjadi salah satu masukan dalam penanganan kondisi di Loa Janan Ulu. Samarinda diketahui telah memiliki berbagai program pengendalian banjir yang dianggap cukup berhasil, termasuk pembangunan folder dan sistem pintu air yang bisa menjadi referensi bagi Kukar.
Salah satu langkah yang dibahas adalah pemasangan pintu air untuk mengendalikan debit selama proses normalisasi sungai dilakukan. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka menengah yang bisa segera diimplementasikan untuk meminimalisir dampak genangan saat musim penghujan tiba.
Aulia berharap, tim lintas instansi yang telah dibentuk dapat menjalankan tugas secara efektif, mulai dari pemantauan kondisi lapangan hingga penyiapan langkah penanganan.
“Kami berharap tim yang dibentuk, yang terdiri dari provinsi, Pemda Kukar, Samarinda dan BWS ini bisa berfungsi dengan baik, sehingga di 2027 ini bisa kita laksanakan dan tangani dengan baik,” tutupnya.
Dengan adanya koordinasi empat pihak ini, Pemkab Kukar berharap penanganan banjir di Loa Janan Ulu tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terealisasi pada 2027 mendatang demi melindungi warga dari genangan yang selama ini kerap meresahkan. (adv/diskominfokukar/dn)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin