Usai Pelatihan Bengkel, Distransnaker Kukar Kawal Usaha Warga Agar Tak Mati Modal

Distransnaker Kukar tak lepas tangan usai pelatihan bengkel bagi 10 warga Sepagamban. Usaha bakal dikawal di bulan krusial agar tak mati modal.
Devi Nila Sari
2.2K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Kartanegara (Distransnaker Kukar) tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan kepada masyarakat, tetapi juga menyiapkan pemantauan untuk memastikan usaha yang dirintis peserta dapat terus berjalan.

Langkah tersebut diterapkan dalam program pelatihan perbengkelan bagi 10 warga Desa Sepagamban, Kecamatan Muara Wis. Peserta yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 5 berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dibekali keterampilan selama lima hari serta peralatan untuk memulai usaha mandiri.

Kepala Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, pemantauan akan dilakukan pada bulan ketiga dan keempat setelah pelatihan. Periode tersebut dipandang sebagai masa penting bagi keberlangsungan usaha yang baru dirintis.

“Kenapa di bulan ketiga dan bulan keempat? Karena ini bulan-bulan krusial antara mau lanjut usahanya atau alat usahanya dijual karena keterbatasan modal,” jelasnya.

Kata dia, keterampilan dan peralatan saja belum cukup untuk menjamin usaha dapat bertahan. Peserta juga perlu memiliki kemampuan mengelola usaha dan dukungan permodalan, agar kegiatan ekonomi yang dibangun tidak berhenti di tengah jalan.

Adapun, peralatan yang diserahkan kepada peserta meliputi mesin kompresor, mesin pembuka ban, mesin bor duduk, mesin bor gantung, toolkit box, serta tap and dies. Peralatan tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk membuka atau mengembangkan layanan perbengkelan.

“Apabila dalam proses pemantauan ditemukan peserta mengalami kesulitan permodalan, Distransnaker Kukar akan mengarahkan mereka untuk mengikuti program pembiayaan lanjutan. Salah satu opsi yang disebutkan adalah Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan skema bunga nol persen,” ungkapnya.

Dendi menjelaskan, bahwa program pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat usia produktif agar mampu membangun sumber penghasilan sendiri.

Menurutnya, berbeda dengan pelatihan unit kompetensi yang diarahkan untuk kebutuhan sektor formal, program tenaga kerja mandiri berorientasi pada penciptaan wirausaha.

“Melalui pendekatan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana