PPU Dapat Alokasi Pertanian Modern 3.546 Hektare, Petani Disiapkan Paket Sarana Budidaya

Program APBN melalui Kementerian Pertanian menyediakan benih, bahan organik, dolomit, dan silika untuk mendukung produktivitas pertanian.
Suci
By
2.1K Views

Kaltim.akurasi.id, PPU – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mendapatkan alokasi program pertanian modern melalui skema Modern Agriculture System seluas 3.546 hektare pada 2026. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan sektor pertanian.

“Kedua, ada alokasi pertanian modern urban agriculture system seluas 3.546 hektare,” kata Gunawan.

Ia menjelaskan, bantuan untuk program tersebut tidak hanya berupa benih, tetapi juga mencakup sejumlah sarana pendukung budidaya tanaman. Paket bantuan terdiri atas benih, bahan organik, dolomit, dan silika.

“Itu benih dan paket lengkap, artinya ada benih, ada organik, ada dolomit, ada silika,” ujarnya.

Kelengkapan sarana budidaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan tanaman di lahan pertanian. Bahan organik dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah, sedangkan dolomit lazim dimanfaatkan untuk meningkatkan pH tanah masam sekaligus memasok unsur kalsium dan magnesium. Adapun silika digunakan sebagai unsur pendukung pertumbuhan tanaman, bergantung pada jenis tanaman dan kondisi lahan.

Disebutkan, melalui dukungan tersebut, petani diharapkan dapat memperoleh sarana budidaya yang lebih lengkap untuk menunjang kegiatan pertanian.

“Efektivitas pemanfaatannya tetap bergantung pada kondisi lahan, penerapan teknik budidaya, ketersediaan air, dan kesesuaian kebutuhan tanaman,” sebutnya.

Program pertanian modern juga sejalan dengan upaya pemerintah memperluas areal tanam dan meningkatkan produktivitas pangan. Di PPU, penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebelumnya diperkenalkan melalui gerakan tanam di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, pada 30 September 2026. Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan pertanian modern di Kalimantan Timur.

Dinas Pertanian PPU melalui bidang TPH tetap berfokus pada swasembada pangan berkelanjutan. “Dukungan APBN melalui Kementerian Pertanian diharapkan membantu memperkuat kegiatan usaha tani sekaligus meningkatkan kemampuan produksi pangan daerah,” tutupnya. (adv/diskominfoppu/mz)

Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana