Dinsos PPU Siapkan Rumah Singgah bagi Orang Terlantar, Fasilitasi Pemulangan ke Daerah Asal

Penanganan orang terlantar dilakukan melalui asesmen, penelusuran identitas, koordinasi keluarga, serta bantuan makanan dan rujukan bagi lansia yang difasilitasi Dinsos PPU
Suci
By
2.1K Views

Kaltim.akurasi.id, PPU – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memiliki program penanganan orang terlantar dan lanjut usia (lansia) yang membutuhkan bantuan. Penanganan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun informasi dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian.

Kepala Dinsos PPU, Ainie, mengatakan setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti melalui asesmen untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga yang bersangkutan.

“Bantuannya apa saja, kita lihat dulu setelah kita melakukan asesmen. Kalau misalnya orang terlantar, kita lihat dulu nanti dia warga mana. Kemudian, kami tampung juga sementara di rumah singgah,” ujar Ainie.

Ia menjelaskan, rumah singgah menjadi tempat penampungan sementara sebelum petugas mengetahui identitas, daerah asal, serta keberadaan keluarga orang terlantar tersebut.

Selama berada di rumah singgah, Dinsos PPU menyediakan makanan dan membantu proses pemulangan apabila warga tersebut diketahui berasal dari luar daerah. Proses identifikasi terkadang membutuhkan waktu, terutama jika orang yang bersangkutan tidak memiliki dokumen identitas.

Untuk menelusuri identitas dan keberadaan keluarga, Dinsos PPU bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Setelah daerah asal diketahui, pihaknya menghubungi keluarga maupun Dinas Sosial di daerah tujuan.

“Kalau misalnya dia tidak punya identitas, kita bekerja sama dengan Disdukcapil untuk melihat rekam jejaknya, apakah dia punya keluarga dan di mana. Kemudian, kita hubungi keluarganya,” jelasnya.

Pemulangan dilakukan melalui jalur darat untuk daerah yang berada di sekitar Kalimantan. Sementara itu, warga yang berasal dari luar Pulau Kalimantan dipulangkan melalui jalur laut sesuai kebutuhan perjalanan.

Selain orang terlantar, Dinsos PPU juga memberikan bantuan kepada lansia. Bentuk penanganan disesuaikan dengan hasil asesmen, termasuk pemberian makanan dan rujukan ke fasilitas penampungan milik pemerintah provinsi apabila diperlukan.

“Kalau lansia, kita berikan makanan juga. Kalau misalnya hasil asesmen merekomendasikan untuk dirujuk ke penampungan yang dimiliki oleh provinsi, kami antar ke provinsi,” katanya.

Ainie menegaskan, penanganan dilakukan sesuai kondisi setiap warga. Koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting agar orang terlantar dapat kembali ke daerah asal, sedangkan lansia memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.

“Kami juga mengandalkan laporan masyarakat dan instansi terkait untuk mengetahui keberadaan warga yang membutuhkan pertolongan,” pungkasnya. (adv/diskominfoppu/mz)

Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana