Anggaran Peristiwa Merah Putih Sangasanga Diusulkan Rp630 Juta, Sekda Kukar Minta Terobosan

Persiapan peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 di Sangasanga mulai dibahas Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar). Dengan usulan anggaran sekitar Rp630 juta yang masih perlu dibahas, Sekda Kukar Sunggono meminta panitia menghadirkan konsep baru agar peringatan pada 27 Januari 2027 tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Fajri
By
2.2K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan persiapan peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 di Kecamatan Sangasanga yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2027. Dalam pembahasan awal, panitia mengusulkan anggaran sekitar Rp630 juta, namun Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, meminta konsep kegiatan diperbarui agar memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sunggono saat menerima audiensi jajaran Kecamatan Sangasanga di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kukar, Senin (19/10/2026). Pertemuan itu membahas rencana rangkaian kegiatan, pihak-pihak yang akan dilibatkan, serta kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan peringatan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini saya mendapat audiensi ini dari teman-teman Kecamatan Sangasanga, seluruh pejabatnya, baik Pak Camat, Sekcam, beberapa Kasi dan beberapa Lurah terkait dengan rencana kegiatan peringatan 27 Januari 2027,” ujar Sunggono.

Dalam audiensi tersebut, jajaran kecamatan memaparkan rancangan kegiatan yang selama ini menjadi bagian dari peringatan Peristiwa Merah Putih di Sangasanga. Paparan itu juga mencakup usulan pembiayaan yang masih perlu dibahas lebih lanjut.

“Diusulkan mereka kurang lebih 630-an tadi kalau enggak salah. 600 lebih lah yang jelas jutaan,” ungkapnya.

Sunggono menegaskan, angka tersebut masih sebatas usulan dan belum menjadi anggaran final. Karena itu, pembahasan selanjutnya perlu memastikan kebutuhan pembiayaan sejalan dengan konsep kegiatan serta manfaat yang ingin dicapai.

Selain persoalan anggaran, ia menyoroti perlunya inovasi dalam penyelenggaraan peringatan. Menurutnya, rancangan yang dipaparkan jajaran kecamatan belum menunjukkan perubahan berarti dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Secara konseptual tadi yang mereka usulkan belum ada yang beda. Tadi yang saya sarankan mestinya beda,” tegasnya.

Ia menginginkan peringatan Peristiwa Merah Putih tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Sangasanga. Karena itu, pembaruan konsep perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak lebih luas bagi daerah dan masyarakat setempat.

“Saya berkeinginan supaya pelaksanaan kegiatan 27 Januari tahun depan itu jangan sampai tidak memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat, khususnya warga masyarakat Sangasanga,” ujarnya.

Untuk tahapan berikutnya, pihak kecamatan akan membentuk panitia pelaksana. Sunggono menyebut rancangan jadwal kegiatan atau rundown telah tersedia, tetapi konsep penyelenggaraan masih perlu dimatangkan agar sesuai dengan arah yang diharapkan pemerintah daerah.

Ia juga mendorong jajaran Kecamatan Sangasanga memanfaatkan dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) serta pemahaman mereka terhadap kondisi wilayah untuk merancang kegiatan yang lebih inovatif.

“Yang tadi saya kasih tantangan mereka mudah-mudahan bisa menjalankan kegiatan dengan format yang baru yang bisa memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat Sangasanga,” pungkasnya. (ADV/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana