Disnaker Bontang Keluhkan Kecilnya Anggaran yang Diterima, DPRD Bontang: Perbaiki Usulan Program Kerja

kaltim_akurasi
97 Views

Disnaker Bontang merasa anggaran yang mereka terima tahun 2022 ini terbilang cukup kecil. Di mana, tahun ini, mereka hanya mendapatkan alokasi anggaran Rp8 miliar. Disnaker pun berharap DPRD Bontang bisa membantu meningkatkan anggaran mereka.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang mengeluhkan, jika alokasi anggaran yang mereka dapatkan di 2022 ini cukup kecil. Akibatnya, banyak program yang telah mereka buat yang tidak dapat direalisasikan.

Keluhan itu disampaikan Sekretaris Disnaker Bontang, Marten dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kota Bontang, Selasa (2/8/2022). Pada pertemuan yang berlangsung di Sekretariat DPRD Bontang itu, Marten berharap, agar pada penyusunan APBD selanjutnya. Disnaker Bontang bisa diberikan anggaran yang lebih maksimal.

Keinginan itu tentu bukan alasan diutarakan jajaran Disnaker Bontang. Pasalnya, alokasi anggaran yang mereka dapatkan di 2022 ini, kalah besar dengan anggaran didapatkan kecamatan. Begitu juga dengan dinas-dinas lainnya, Disnaker Bontang tergolong paling kecil.

“Anggaran kecamatan bahkan lebih besar dari kami (Disnaker). Anggaran kami tahun ini hanya Rp8 miliar. Terbilang sangat kecil dibanding dinas lain,” ungkap Marten pada RDP tersebut.

Menanggapi itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, H Maming menyadari, jika alokasi anggaran yang diterima Disnaker Bontang memang sangat kecil. Kepada awak media, H Maming menjelaskan, alasan atas kecilnya anggaran itu tidak lepas dari adanya sejumlah program kerja yang dibuat dan diusulkan Disnaker yang dinilai tidak begitu prioritas.

Akibat dari itu, lanjut dia, maka pemerintah memutuskan untuk mencoret usulan kegiatan dan anggaran Disnaker dari Rencana Kerja Pemerintah Bontang. “Kami minta Disnaker kedepannya lebih menginovasi rencana program kerjanya,” sarannya.

H Maming Minta Disnaker Lebih Inovatif Membuat Program Kerja!

Sebelum mengajukan program kerja, kata dia, Disnaker harus lebih dahulu mematangkan rencana program kerjanya. Bisa mempertanggungjawabkan maksud dan tujuan dari setiap program pelatihan yang diajukan untuk dianggarkan pemerintah.

“Saat ini angka pengangguran Bontang kan sangat tinggi. Nah, di sini peran Disnaker agar memberikan pelatihan kepada calon tenaga kerja nantinya,” usulnya.

Sebaiknya, kata H Maming, Disnaker harus membuat pelatihan yang lebih berkualitas lagi kedepannya. Misalnya, pelatihan welder atau pelatihan menjahit dan sejenisnya. Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menggelontorkan anggaran yang lebih besar lagi.

“Toh, mereka juga sangat mendukung upaya pengurangan angka pengangguran di Kota Bontang,” ucapnya.

Sebagai informasimasi, Disnaker tengah menggodok pelatihan demi meningkatkan skill dan SDM para pekerja. Yang anggarannya berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Bontang.

“Bahkan pokir kami juga belum cukup untuk memberikan pelatihan. Karena itu kita harap ada upaya serius dan maksimal dari pihak Disnaker. Terutama dalam perencanaan program kerjanya,” tegasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana