Pemkot Buka-Bukaan Data Penggunaan Dana Covid-19 Bontang Rp116 Miliar

kaltim_akurasi
144 Views
Pemkot Buka-Bukaan Data Penggunaan Dana Covid-19 Bontang Rp116 Miliar
Kepala Bapelitbang Bontang, Amirudin saat diwawancara awak media. (Istimewa)

Pemkot Buka-Bukaan Data Penggunaan Dana Covid-19 Bontang Rp116 Miliar. Langkah Pemkot Bontang membuka data ini, diklaim sebagai bentuk transparansi dan menjawab pertanyaan banyak pihak atas dana Covid-19.

Akurasi.id, Bontang – Ragam kritik dan pertanyaan publik yang muncul atas pemanfaatan dana Covid-19 membuat Pemerintah Bontang angkat suara. Mengingat, di 2021 ini, Pemerintah Bontang memiliki anggaran yang tidak kecil dalam penanggulangan wabah Covid-19, yakni sebesar Rp116 miliar.

Perihal hal itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang, Amirudin menyebutkan, belanja daerah untuk Covid-19 dibagi dalam tiga kategori, meliputi jaring pengaman sosial, pemulihan ekonomi, dan kesehatan.

Ketiga program dibiayai dari DAU dan DBH yang bersumber dari APBN. Menilik laporan keuangan, dua program yakni jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi dibiayai dari pos anggaran DBH sebesar Rp97,8 miliar, namun baru terealisasi per Juni kemarin sekitar Rp31,4 miliar.

- Advertisement -
Ad image

Dalam Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2021 Bendahara Umum Daerah Kota Bontang, didapatkan laporam, dari total alokasi anggaran bantuan sosial atau jaring pengaman sosial yang bersumber dari pos anggaran DBH ada sebanyak Rp39,5 miliar. Sudah dibelanjakan hampir Rp14 miliar. Dengan rincian, belanja bantuan sosial menyerap sekitar Rp13,7 miliar. Serta pemberian makanan tambahan sebesar Rp37,7 juta.

Untuk program pemulihan ekonomi, Pemkot Bontang menganggarkan Rp58,3 miliar, namun yang baru tersalurkan sebesar Rp17,6 miliar. Rincian resapan yakni, pemberdayaan UMKM sebesar Rp14,5 miliar, kemudian pemulihan pariwisata Rp199,4 juta, sementara pemberdayaan nelayan dan petani menelan dana Rp2,7 miliar, serta ketahanan pangan Rp182,3 juta.

Sedangkan belanja kesehatan diambil dari pos DAU sebesar Rp18 miliar, tetapi baru digunakan sekitar Rp4 miliar. Dengan rincian, penanganan Covid-19 sebesar Rp716 juta, dukungan vaksinasi Rp155 juta, dukungan pada kelurahan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp174 juta, dan untuk insentif tenaga kesehatan sebanyak Rp2,9 miliar.

Amir menjelaskan, hasil rembuk internal Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Bontang, sudah memetakan kegiatan yang masuk dalam tiga kategori itu. Artinya, dari total anggaran yang disiapkan untuk penanggulangan Covid-19 sekitar Rp116 miliar, baru terealisasi Rp35 miliar.

[irp]

Sejumlah program yang sudah ada, dianggap sudah sesuai. Semisal, program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti insentif penggiat agama dan ketua RT masuk dalam kategori jaring pengaman sosial. Begitupun dengan program produta di tingkat kelurahan bisa dikategorikan pemulihan ekonomi. “Karena swakelola, melibatkan masyarakat. Ada kegiatan yang pekerjanya warga setempat,” ungkapnya.

Sedangkan belanja kesehatan diarahkan untuk pengadaan alat-alat kesehatan serta insentif tenaga kesehatan. Saat ini serapan anggaran kegiatan di tiga kategori itu memang masih rendah. Makanya sekarang setiap instansi diminta segera menjalankan program yang sudah ada. “Yah, supaya ada perputaran ekonomi di daerah, kami dorong supaya segera serap anggaran yang ada,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana