DPMPTSP Kaltim Goes to Campus: Tingkatkan Edukasi Perizinan dan Penanaman Modal di Kalangan Generasi Muda

Devi Nila Sari
157 Views

DPMPTSP Kaltim menaruh perhatian pada peningkatan pengetahuan perizinan dan penanaman modal di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, DPMPTSP menyasar edukasi investasi di perguruan tinggi.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto secara resmi membuka acara Investment Goes to Campus.

Dengan tema “Meningkatkan Edukasi Perizininan dan Penanaman Modal Dikalangan Generasi Muda”. Bertempat di Ruang Lecture Theater Gedung Prof. Masjaya Universitas Mulawarman, Selasa (28/2/2023).

Dihadiri oleh sejumlah akademisi antara lain Rektor Universitas Mulawarman Abdunnur, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Bahzar. Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Nataniel Dengen beserta staf dan jajarannya.

Hadir juga narasumber acara antara lain Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kaltim, Dayang Donna Faroek. Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non Industri Kementerian Investasi/BKPM. Serta, ratusan mahasiswa mahasiswi dari berbagai Universitas di Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Puguh mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh DPMPTSP Kaltim. Bekerjasama dengan Universitas Mulawarman Samarinda. Dalam rangka membangun para generasi muda yang berkualitas dan berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Kaltim.

Sehubungan dengan itu, ia juga menyampaikan beberapa hal berikut diantaranya. Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70% usia produktif (15– nya dalam 64 tahun).

“Sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2022,” ucap pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur tersebut.

Perguruan Tinggi Punya Peran Penting dalam Pengembangan SDM

Puguh mengatakan, Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta orang, dan sebagian besarnya merupakan Generasi Z. Hingga 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang.

Selama masa pandemi ini, lanjut dia, ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan dalam hal digitalisasi. Yaitu, di bidang pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

Ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun 2022 pasca pandemi Covid-19 sudah mulai membaik dan di tahun 2023 diperkirakan pada rentang 2,15% – 2,55% atau bahkan bisa naik lebih tinggi lagi.

Seiring dengan mulai berjalannya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Yang akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Daerah dan Nasional.

Selain itu, juga penciptaan karakter unggul, budaya akademik kolaboratif dan kompetitif di perguruan tinggi menjadi kunci penting pembangunan manusia Indonesia.

“Perguruan tinggi memiliki tugas dalam mengembangkan sumber daya manusia yang mampu berpikir rasional, kritis, aktif, inovatif, berwawasan kebangsaan dan mindset entrepreneur,” jelasnya. (adv/dpmptspkaltim/ar/dns)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana