Harga Barang Naik Jelang Lebaran, Heni: Dipicu Ketergantungan Pasokan Luar Daerah

Harga pangan di Kaltim cenderung naik jelang Lebaran. Hal ini disebut dipicu oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Devi Nila Sari
909 Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), harga bahan pokok di Kalimantan Timur cenderung mengalami kenaikan. Hal ini menjadi persoalan dari tahun ke tahun yang harus segera dicarikan solusi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan ketergantungan Kaltim terhadap pasokan dari luar daerah menjadi pemicu persoalan ini. Pasalnya, sekitar 70-80 persen kebutuhan pokok saat ini masih bergantung dari suplai luar Kaltim.

Seperti daging sapi, yang masih didatangkan dari Sulawesi Selatan (Sulsel) atau cabai yang biasanya dikirim dari Sulsel, Jawa, dan Sulawesi Barat (Sulbar).

“Penyebabnya karena komoditi tersebut bukan berasal dari daerah kita sendiri,” tuturnya di Samarinda, Senin (16/3/2026).

- Advertisement -
Ad image

Upaya Pemerintah dalam Menekan Harga Pangan

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, sebenarnya kata Heni, pemprov sudah memiliki program tersendiri. Berbagai program telah disiapkan secara intensif untuk meningkatkan produksi lokal serta mengurangi ketergantungan dari daerah lain.

Di sektor peternakan, pemerintah mengembangkan program Desa Korporasi Ternak. Program ini bertujuan membangun kemandirian produksi daging sapi,, dengan menggerakkan para petani dan peternak agar tergabung dalam suatu sistem usaha bersama.

Melalui program tersebut, para peternak diberikan pembinaan dan pemahaman, mengenai teknik budidaya yang baik dan benar. Mulai dari proses pemeliharaan hingga pengelolaan pasca panen. Dengan demikian, diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para peternak.

Sementara itu, untuk komoditas cabai, pemerintah juga menjadikannya sebagai salah satu fokus perhatian, mengingat komoditas ini kerap mempengaruhi stabilitas harga bahan pokok. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Timur secara aktif mendorong berbagai program pengembangan budidaya cabai di masing-masing kabupaten dan kota.

“Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produksi cabai lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan di daerah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana