Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dana darurat menjadi salah satu unsur yang tidak boleh terlupakan saat anda ingin mulai mengelola keuangan.
Karena dana ini dapat memberikan proteksi finansial agar tidak perlu berutang saat anda sedang menghadapi situasi darurat. Hal ini pun berlaku bagi mereka yang lajang ataupun sudah berumah tangga.
Adapun besaran kebutuhan dana ini berbeda-beda setiap orangnya. Tergantung berapa pengeluaran pokok yang biasa dikeluarkan setiap bulan. Seperti biaya sewa rumah, listrik, air, pendidikan anak, transportasi hingga makanan.
Dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, bagi mereka yang lajang dan belum punya tanggungan. Biasanya dana yang harus disiapkan adalah 3 sampai 6 kali lipat dari total yang dikeluarkan setiap bulannya.
Misalnya, jika anda seorang lajang dan biasa menghabiskan 3 juta dalam sebulan untuk biaya kehidupan pokok. Maka dana darurat yang harus disiapkan adalah Rp9 sampai 18 juta.
Baca Juga
Sementara itu, bagi mereka yang berumah tangga, besaran yang perlu disiapkan adalah sekitar 6 sampai 12 kali lipat dari total biaya hidup.
Dalam kata lain, jika anda menghabiskan Rp5 juta untuk menghidupi keluarga setiap bulannya. Maka dana darurat yang perlu tersedia sebesar Rp30 sampai Rp60 juta.
Bagi anda yang ingin memulai untuk menyiapkan dana darurat. Maka berikut ini adalah tips yang dapat dilakukan.
Baca Juga
1. Buat skala prioritas
Dalam hal ini, anda harus mendahulukan dana darurat dibandingkan berinvestasi.
2. Mulai dari kecil
Anda pasti tidak bisa langsung memulai untuk melunasi angka tersebut. Maka dari itu, mulailah dari nominal kecil terlebih dahulu. Misalnya 10-15 persen dari penghasilan.
3. Buat rekening terpisah
Pastikan anda memisahkan rekening sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Misalnya untuk dana darurat, keperluan sehari-hari, dan tabungan. Dengan begitu, anda tidak akan tergoda untuk menggunakan nya tanpa anda sadari. (*)
Baca Juga
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
