Dari Peluh Bakpao, Doa dan Penantian Menemukan Jalan ke Tanah Suci

Fajri
By
178 Views

Setelah penantian panjang selama 13 tahun, Sumiyati dan anaknya akhirnya melangkah bersama menunaikan ibadah haji, mengukir kisah haru di usia senja menuju tanah suci.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Rasa bahagia tak bisa disembunyikan dari raut wajah Sumiyati (79). Setelah menanti selama 13 tahun, impiannya untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud. Di usia senja, ia menjadi salah satu dari 145 calon jemaah haji asal Kota Bontang yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Tak hanya menjadi jemaah tertua dalam rombongan, Sumiyati juga merasa bersyukur karena dapat menunaikan rukun Islam kelima bersama anak perempuannya, Siti Halimah (50), yang genap berusia 50 tahun pada awal Juni 2025 ini.

“Saya berangkat dengan anak saya. Kami sudah menunggu selama 13 tahun. Senang rasanya,” ungkap Sumiyati haru saat ditemui usai acara pelepasan jemaah haji di Pendopo Wali Kota Bontang, Kamis (22/5/2025).

- Advertisement -
Ad image

Siti Halimah, anak keempat dari Sumiyati, bercerita tentang perjuangan panjangnya menabung untuk naik haji. Sejak 2012, ia menyisihkan hasil dari usahanya berjualan bakpao yang dikenal dengan nama “Bakpao Ibu Siti”, usaha yang telah ia jalani sejak 1998 dan cukup dikenal masyarakat di Perumahan BTN PKT.

“Saya mulai jualan dari tahun 1998, awalnya keliling, lalu buka lapak di depan rumah. Dari 2012 saya mulai menabung dari hasil jualan bakpao. Niatnya memang ingin berhaji bareng ibu. Alhamdulillah, akhirnya tahun ini berangkat,” terang Siti Halimah.

Berdasarkan data dari Kementerian Agama Kota Bontang, total jemaah haji asal Bontang tahun ini berjumlah 145 orang. Rinciannya, 142 merupakan jemaah reguler, dua orang berasal dari tim kesehatan, dan satu orang sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Seluruh rombongan dijadwalkan berangkat dari Bontang menuju Balikpapan pada 29 Mei 2025 mendatang.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang turut hadir dalam acara pelepasan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh jemaah, terutama mereka yang telah menanti bertahun-tahun untuk bisa berhaji.

“Tadi ada yang menunggu sampai 13 tahun. Ini tentu menjadi momen yang sangat berharga, terlebih bagi jemaah yang bisa berangkat bersama keluarganya,” katanya.

Ia juga berharap seluruh jemaah asal Bontang dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

“Semoga semua jemaah diberi kesehatan, kelancaran selama di Tanah Suci, dan bisa pulang ke Bontang dengan selamat serta berkumpul kembali bersama keluarga tercinta,” katanya. (*)

Penulis: Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana