Hari Ibu, Refleksi Peran Ibu dan Luka Emosional yang Kerap Terabaikan

Hari Ibu biasanya menjadi momentum untuk memperingati peran penting ibu. Namun, di baliknya tersimpan fakta tragis bagi mereka yang kehilangan sosok penting ini dalam hidupnya.
Devi Nila Sari
990 Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember biasanya disambut dengan penuh suka cita. Di mana pada umumnya, peringatan ini merupakan momen untuk menghormati peran penting ibu. Baik itu dalam lingkup keluarga, masyarakat, dan perjuangan bangsa Indonesia.

Di sisi lain, Hari Ibu juga menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi perempuan secara keseluruhan sebagai pilar pembangunan negara, mempererat ikatan batin keluarga, dan meneruskan semangat perjuangan perempuan untuk kesetaraan dan kemajuan.

Sayangnya, momen ini tidak dapat dinikmati oleh seluruh anak di Indonesia. Karena di baliknya, terdapat fakta tragis yang menyimpan duka batin bagi si kecil, karena hilangnya peran seorang ibu di dalam hidupnya, atau biasa dikenal dengan istilah mother wound.

Apa itu Mother Wound?

Mother wound adalah luka emosional mendalam yang dialami seseorang akibat kurangnya kasih sayang, dukungan, atau hubungan yang sehat dengan ibu di masa kecil, yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan di masa dewasa.

Ini bisa terjadi meskipun ibu secara fisik hadir, tetapi tidak hadir secara emosional, melalui pola asuh yang kurang hangat, kritis, manipulatif, atau bahkan neglect. Luka ini bisa dialami anak laki-laki maupun perempuan, meski sering dikaitkan dengan anak perempuan. Dampaknya bisa berupa kecemasan, kurang percaya diri, kesulitan membangun hubungan, hingga merasa hampa.

Penyebab Mother Wound

– Tidak memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, tenang, dan nyaman meski kebutuhan anak terpenuhi

– Membentak anak dan memarahinya menggunakan kata kasar

– Tidak menunjukkan empati terhadap anak

– Selalu membedakan anak yang satu dengan lainnya

– Tidak ada di sisi anak, terutama di masa penting dalam hidupnya

– Mencari-cari kesalahan anak untuk melampiaskan emosi sesaat

– Tidak memberikan apresiasi atas raihan yang sudah dicapai oleh sang anak.

Tanda Seorang Ibu Mempunyai Mother Wound

– Sulit memberikan dukungan emosional terhadap anak karena di masa kecilnya ia pun tidak merasakan hal tersebut

– Menuntut anak untuk menjadi selalu sempurna

– Berusaha untuk menyenangkan orang lain lebih dulu dibandingkan dirinya sendiri

– Selalu membuat anak berada di posisi serba salah.

Cara untuk Memulihkan Diri dari Mother Wound

– Mengakui dan mengekspresikan perasaan yang saat itu dirasakan. Meskipun hal tersebut pahit

– Berusaha untuk mengelola emosi

– Mencintai diri sendiri.

Fenomena ini sangat memungkinkan untuk diwariskan pada setiap generasi. Tetapi anda selalu punya kesempatan untuk memutus rantai tersebut demi menyelamatkan masa depan keturunan anda. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }