Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur sudah disalurkan sejak tahun lalu. Dari total 332.474 penerima manfaat program ini hingga Maret 2026, mayoritas didominasi oleh kalangan siswa sekolah.
Sementara kelompok lain seperti balita, ibu hamil, dan menyusui masih berada dalam porsi yang jauh lebih kecil. Sebagai informasi, balita, ibu hamil dan menyusui termasuk kelompok rentan.
Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim Sirajul Amin memaparkan, dari 332.474 penerima, dominasi terbesar berasal dari kalangan siswa sebanyak 303.895 orang.
“Sementara sisanya, terdapat 16.272 tenaga pendidik, 8.922 balita, 3.797 ibu hamil, 2.294 ibu menyusui, serta 2.603 tenaga non pendidik,” tuturnya.
Rincian Penerima MBG Kaltim
Sirajul menyebut, jika Samarinda sebagai ibu kota Kaltim masih menjadi daerah dengan penerima MBG terbanyak. Tercatat sebanyak 98.306 penerima yang terdiri dari 2.175 balita, 331 ibu hamil, 492 ibu menyusui, 88.472 siswa sekolah, 5.598 tenaga pendidik, serta 1.238 non tenaga pendidik.
Baca Juga
Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan total 72.644 penerima manfaat, yang meliputi 1.780 balita, 199 ibu hamil, 381 ibu menyusui, 69.153 siswa sekolah, 2.552 tenaga pendidik, dan 359 non tenaga pendidik.
Kota Balikpapan berada di posisi berikutnya, dengan total 48.828 penerima manfaat, terdiri dari 695 balita, 104 ibu hamil, 147 ibu menyusui, 45.828 siswa sekolah, 2.353 tenaga pendidik, serta 396 non tenaga pendidik.
Di Kota Bontang, jumlah penerima mencapai 33.087 orang dengan rincian 1.982 balita, 324 ibu hamil, 858 ibu menyusui, 30.290 siswa sekolah, 1.403 tenaga pendidik, dan 212 non tenaga pendidik.
Baca Juga
Sementara itu, Kabupaten Berau mencatat 25.178 penerima manfaat yang terdiri dari 206 balita, 19 ibu hamil, 57 ibu menyusui, 23.488 siswa sekolah, 1.464 tenaga pendidik, serta 150 non tenaga pendidik.
Di Kabupaten Kutai Timur, jumlah penerima mencapai 23.422 orang dengan komposisi 1.738 balita, 2.778 ibu hamil, 271 ibu menyusui, 18.855 siswa sekolah, 1.411 tenaga pendidik, dan 107 non tenaga pendidik.
Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki 14.173 penerima manfaat yang terdiri dari 285 balita, 36 ibu hamil, 70 ibu menyusui, 13.037 siswa sekolah, 919 tenaga pendidik, serta 111 non tenaga pendidik.
Kabupaten Kutai Barat tercatat memiliki 9.159 penerima manfaat, dengan rincian 0 balita, 0 ibu hamil, 0 ibu menyusui, 8.848 siswa sekolah, 281 tenaga pendidik, dan 30 non tenaga pendidik.
Adapun Kabupaten Paser mencatat 6.327 penerima manfaat yang terdiri dari 61 balita, 6 ibu hamil, 18 ibu menyusui, 5.924 siswa sekolah, 291 tenaga pendidik, serta 0 non tenaga pendidik.
“Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu hingga saat ini belum tercatat memiliki penerima manfaat Program MBG,” jelasnya. (*)
Baca Juga
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
