Di balik peluang emas pembangunan IKN, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi buruh lokal, yakni persaingan dengan tenaga kerja asing (TKA).
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Hiruk pikuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang besar bagi para pekerja lokal. Namun, di balik peluang emas tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi, yakni persaingan dengan tenaga kerja asing (TKA).
Sukarjo, Ketua Serikat Buruh (Kahutindo) Kaltim, menyatakan kekhawatirannya bahwa buruh lokal akan terpinggirkan jika tidak memiliki keterampilan yang mumpuni.
“Persaingan itu pekerja buruh yang lokal pasti akan termarginalkan karena faktor kompetensi kita yang belum mumpuni,” ujarnya di Samarinda, Rabu (1/5/2024).
Kurangnya lembaga pelatihan di Kaltim menjadi salah satu faktor utama yang menghambat peningkatan keterampilan buruh lokal. Ia berharap pemerintah dapat mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas SDM buruh lokal.
Baca Juga
Namun sebelum melangkah lebih jauh, ia menyebut ada banyak hal mendasar yang kini sedang menjadi masalah bagi para buruh. Misalnya, kesejahteraan yang hingga kini belum tercapai.
Ia pun berharap agar pemerintah dapat menjalankan fungsinya sebagaimana yang diamanahkan oleh Undang-Undang.
“Contohnya, Disnaker yang harus menjalankan fungsi pengawasan yang baik dan benar. Jangan melakukan pembiaran terhadap perusahaan yang melanggar hak kerja buruh,” tegasnya.
Baca Juga
Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi, menyatakan bahwa Pemprov Kaltim telah menyiapkan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan buruh lokal.
“Rencana pemda 2024-2026, kurang lebih ada 1500 pelatihan di balai pelatihan kerja industri Balikpapan dan Bontang,” ujarnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
