Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda resmi menerbitkan panduan teknis pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran serta dokumen Panduan Teknis Pembelajaran di Ramadan 2026, yang menjadi acuan seluruh satuan pendidikan di Samarinda.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan kebijakan ini bertujuan menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kondisi peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
“Melalui surat edaran dan panduan teknis ini, kami ingin memastikan kegiatan pembelajaran berjalan efektif, namun tetap memberikan ruang bagi peserta didik untuk menjalankan ibadah Ramadan dengan baik,” tuturnya.
Dalam Surat Edaran Pembelajaran Bulan Ramadan Tahun 2026 dijelaskan bahwa satuan pendidikan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan penyesuaian waktu dan pola kegiatan. Sekolah diminta mengatur durasi jam pelajaran agar lebih fleksibel serta tidak memberatkan siswa.
Sementara itu, Panduan Teknis Pembelajaran di Ramadan 2026 juga mengatur lebih rinci mengenai pelaksanaan kegiatan akademik maupun non-akademik selama Ramadan. Termasuk di dalamnya penguatan pendidikan karakter, kegiatan keagamaan, serta imbauan agar sekolah menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan religius.
Asli Nuryadin menjelaskan, sekolah juga didorong untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan yang membangun nilai spiritual dan akhlak peserta didik, seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga kegiatan sosial.
“Kami berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum penyesuaian jam belajar, tetapi juga penguatan karakter dan pembiasaan nilai-nilai positif bagi siswa,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan di bawah kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pihaknya juga meminta kepala sekolah melakukan pengawasan internal agar pelaksanaan di lapangan tetap sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
Baca Juga
Disdikbud Samarinda menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan akan tetap dilakukan untuk memastikan mutu pendidikan tetap terjaga meski ada penyesuaian jadwal. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari