Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Palaran bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi juga langkah besar dalam konsolidasi layanan pendidikan inklusif di Samarinda. Dengan kapasitas mencapai 1.500 siswa, fasilitas baru ini disiapkan sebagai pusat integrasi dua SR rintisan yang selama ini beroperasi terpisah.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Samarinda, Agus Sofyan, memastikan bahwa pemusatan layanan pendidikan tersebut sudah menjadi keputusan final.
“Permanennya di sini. SR 24 dan SR 57 bisa jadi akan menempati di sini juga, apalagi kapasitasnya 1.500-an,” ujar Agus.
Langkah ini sekaligus mengakhiri masa transisi panjang dua SR rintisan yang masih menempati fasilitas sementara. Dengan penyatuan layanan, Pemkot menargetkan standarisasi kurikulum, pola pengasuhan, dan pemenuhan fasilitas dasar bagi siswa dari keluarga prasejahtera dapat lebih terjamin.
Meski target groundbreaking diproyeksikan pada akhir November, progres pembangunan kini lebih ditentukan oleh penyelesaian administrasi dan dokumen teknis ketimbang persoalan lahan.
Baca Juga
Agus menjelaskan sebagian besar berkas sudah siap, namun beberapa dokumen spesifik seperti analisis dampak lalu lintas (andalalin), masih menunggu finalisasi dari Kementerian Sosial.
“Dokumen utama sudah tinggal sedikit. Misalnya andalalin, itu teknisnya langsung dari Kemensos. Pemkot hanya siapkan administrasinya,” jelasnya.
Sementara dari sisi pendanaan, proyek SR Palaran telah masuk tahap lelang LPSE dengan nilai Rp253,9 miliar, memastikan pembangunan tidak lagi terkendala anggaran.
Baca Juga
Tim Sekolah Rakyat dari Jakarta juga telah meninjau lahan hibah Pemkot seluas 7,2 hektare di kawasan Stadion Utama Palaran. Hasil verifikasi menunjukkan lokasi tersebut layak menjadi pusat fasilitas lengkap meliputi asrama, dapur umum, keran air panas–dingin, hingga perangkat laptop untuk siswa.
Perencana Strategis SR, Ryan Lubis, memastikan seluruh elemen dasar pembangunan telah divalidasi sebelum lelang berjalan.
“Pengecekan dilakukan untuk memastikan semua persyaratan teknis dan administratif sesuai. Prosesnya sekarang sedang tahap lelang,” ujar Ryan.
Dengan integrasi dua SR rintisan, kesiapan anggaran, serta finalisasi administrasi yang menunggu sedikit penyempurnaan, pembangunan SR Palaran kini memasuki fase penentuan. Jika konstruksi berjalan sesuai rencana, SR Palaran akan menjadi pusat pembinaan generasi muda prasejahtera terbesar di Kalimantan Timur dengan fasilitas permanen dan terintegrasi—mengakhiri ketergantungan pada sarana sementara selama ini. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id
