Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Sejarah Kalimantan Timur sangatlah panjang karena telah dimulai dari sejak masa prasejarah. Bahkan ada yang menyebut jika Kalimantan Timur adalah cikal bakal peradaban di Indonesia.
Pasalnya di Kecamatan Muara Kaman pernah ditemukan situs kerajaan tertua di Indonesia. Situs ini peninggalan Kerajaan Kutai Martadipura.
Masa Prasejarah
Dari para ahli sejarah, diketahui jika wilayah Kalimantan Timur telah mulai dihuni manusia sejak Zaman Glasial (zaman es). Saat itu yang menghuni adalah ras Negroid dan Weddid.
Kemudian sejarah berlanjut saat kelompok Proto Melayu datang ke Kalimantan Timur dan tinggal di sana pada 3000 tahun sebelum Masehi. Kelompok migran kedua, yaitu Deutro Melayu (Melayu muda) menyusul datang pada 500 tahun sebelum Masehi.
Masa Kerajaan
Pada masa kerajaan ini, sejarah Kalimantan Timur terbagi ke dalam 3 periode utama, yaitu:
1. Kerajaan Kutai Martadipura
Kerajaan Kutai Martadipura didirikan di Muara Kaman oleh Kudungga (pembesar Kerajaan Campa/Kamboja) di abad ke-4 (300 Masehi). Raja pertamanya adalah Aswawarman yang memiliki 3 putra, salah satunya adalah Mulawarman,
Persahabatan dengan Kerajaan India membuat Kutai Martadipura menjadi pusat perdagangan sekaligus penyebaran agama Hindu. Kerajaan ini mengalami puncak kejayaan di masa Raja Mulawarman dan berakhir saat Raja Dharma Setia tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara.
Baca Juga
2. Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
Abad 16 Masehi, Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa, Raja Kutai Kartanegara berhasil mengalahkan Kerajaan Kutai Martadipura. Raja Kutai Kartanegara kemudian melebur kedua kerajaan menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Abad 17 Masehi, saat agama Islam datang, kerajaan tersebut kemudian berubah menjadi Kesultanan Islam.
3. Kesultanan Berau
Kesultanan Berau ini berdiri di abad 14 dipimpin oleh Baddit Dipattung. Kemudian di keturunan ke-13 tepatnya tahun 1810, Berau terpecah menjadi 2 yaitu Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung.
Perpecahan tersebut akibat konflik internal yang tak dapat diselesaikan berawal dari meninggalnya Raja Berau ke-9 Adji Dilayas. Dimana raja ini memiliki 2 permaisuri yang masing-masing memiliki seorang putra sehingga sama-sama merasa berhak untuk menjadi raja.
Baca Juga
4. Kesultanan Gunung Tabur
Kesultanan ini didirikan oleh Sultan Gazi Mahyudi di wilayah Kecamatan Gunung Tabur, Berau. Sultan Gazi Wahyudi adalah keturunan Aji Pangeran Dipati, putra mahkota dari permaisuri ke-2 Sultan ke 9 Berau, Aji Dilayas.
Wilayah kekuasaannya meliputi sebelah utara Sungai Berau serta wilayah kanan dan kiri Sungai Segah.
5. Kesultanan Sambaliung
Raja pertama Kesultanan Sambaliung dipegang oleh Sultan Alimuddin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raja Alam. Wilayah kekuasaan Kesultanan Sambaliung sebelah utara berbatasan dengan Kesultanan Gunung Tabur dan sebelah barat dengan Kesultanan Bulungan.
Sedangkan di wilayah utara berbatasan dengan Kutai Kartanegara dan terus membentang hingga berbatasan dengan Laut Sulawesi di sebelah timur.
6. Kesultanan Bulungan
Kesultanan ini berdiri tahun 1731 dengan raja pertamanya Wira Amir. Sedangkan raja terakhir yang berkuasa adalah Datuk Tiras dengan gelar Sultan Maulana Muhammad Djalalludin yang memerintah dari 1931 hingga 1958.
Ibukota Kesultanan Bulungan berada di wilayah Tanjung Palas. Masyarakat Kesultanan Bulungan saat itu menggunakan Bahasa Melayu dengan dialek Bulungan sebagai bahasa sehari-hari.
Agama Islam merupakan agama resmi di Kesultanan Bulungan yang pemerintahannya berbentuk Monarki ini. Akan tetapi sebagian masyarakatnya ada juga yang menganut paham selain agama Islam yaitu paham Bungan dan sebagian lagi mempercayai paham Animisme.
Penutup
Demikianlah uraian singkat mengenai sejarah Kalimantan Timur. Semoga dapat menambah wawasan. (*)