Memasuki Nisfu Syaban 1447 H, Ini Amalan Baik yang Bisa Dilakukan

Nisfu Syaban yang terletak di antara dua bulan penting, menjadi ujian ketulusan. Dimana ibadah dilakukan bukan untuk menarik perhatian atau mencari sensasi, tetapi semata-mata karena Allah.
Suci Surya
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Islam dan bulan kedua dari tiga bulan suci, letaknya di antara Rajab dan Ramadan. Bulan yang dikenal sebagai Bulan Nabi ini merupakan bulan penuh berkah dimana umat Islam mempersiapkan nilai spiritual, niat, dan ibadah sebelum memasukin bulan suci Ramadan.

Secara linguistik, kata Shaban berasal dari akar kata shaaba, yang berarti bercabang atau menyebar. Para ahli menjelaskan bahwa nama Shaban diberikan karena orang-orang akan menyebar karena ibadah dan amal kebaikan meningkat selama bulan ini.

Dalam Islam, bulan Syaban memiliki makna khusus karena praktik Nabi Muhammad SAW yang lebih banyak beribadah di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lain di luar bulan Ramadan. Meskipun Syaban tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, kepentingannya telah ditetapkan dengan kuat dalam Sunnah, khususnya melalui peningkatan puasa dan ibadah Nabi.

Bulan Syaban tahun 2026 diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026, dan berakhir pada tanggal 18 Februari. Lalu, kenapa bulan ini sangat penting bagi umat muslim?

Nabi Muhammad SAW sangat menghormati bulan Syaban, sama seperti bulan-bulan suci lainnya. Bahkan, beliau lebih banyak berpuasa sunnah di bulan Syaban dibandingkan bulan-bulan lainnya, kecuali bulan Ramadhan.

Ketika Usamah ibn Zayd (ra) bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengapa beliau banyak berpuasa di bulan Syaban, beliau menjawab: “Itu adalah bulan yang diabaikan orang, berada di antara bulan Rajab dan Ramadan.” (Sunan al-Nasa’i)

Nabi Muhammad SAW ingin umatnya lebih memperhatikan momen-momen yang sering kita abaikan. Bulan Syaban, yang terletak di antara dua bulan penting, menjadi ujian ketulusan. Dimana ibadah dilakukan bukan untuk menarik perhatian atau mencari sensasi, tetapi semata-mata karena Allah.

10 Sunnah yang Baik Dilakukan di Bulan Syaban

  1. Berpuasa secara teratur:

Nabi Muhammad SAW sering berpuasa di bulan Syaban, kadang-kadang sepanjang bulan Syaban itu sendiri. Pada dasarnya niat puasa Syaban sama dengan puasa sunnah lain, yang penting hadir dalam hati untuk berpuasa karena Allah pada hari tersebut. Untuk kemudahan, umat Islam biasa membaca lafaz berikut:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta‘ala.”

Niat dibaca pada malam hari sampai sebelum zawal (tergelincir matahari), selama sejak fajar belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Untuk yang baru menguatkan niat di siang hari, selama memenuhi syarat tersebut, puasanya tetap sah menurut mazhab yang membolehkan niat puasa sunnah sampai sebelum zawal.

  1. Berbuka puasa dengan kurma di mana ini adalah salah satu sunnah yang paling banyak dipraktikkan segera setelah puasa berbuka.
  2. Berbagi makanan dengan orang lain dan makan bersama. Tentunya sedekah dapat meningkatkan pahala, barakah, dan membangun relasi.
  3. Tingkatkan salat sunnah.Salat malam sangat dianjurkan. Anda dapat melaksanakan salat tahajjud, salat taubat, salat hajat, dan masih banyak lagi.
  4. Baca Al-Qur’an setiap hari. Membaca Al-Qur’an setiap hari sangat dianjurkan. Jangan hanya fokus pada bacaan, tetapi juga refleksi dan tafsir. Amalan ini bisa membantu kamu untuk memahami, merenungkan, dan meningkatkan nilai spiritualitas.
  5. Bacalah zikir-zikir singkat sepanjang hari. Membaca dzikir seperti SubhanAllah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha ilallah, dan 99 Asmaul Husna.
  6. Laksanakan I’tikaf di Masjid. Meniru tindakan Nabi Muhammad SAW yang melakukan i’tiqaf di Masjid meskipun hanya beberapa jam.
  7. Berdoa di rumah bersama keluarga. Amalan ini merupakan amalan paling dekat dari kita. Tidak ada yang lebih mempererat ikatan dan keberkahan selain melakukan kegiatan spiritual bersama keluarga, termasuk solat berjamaah.
  8. Panjatkan doa yang tulus memohon ampunan. Ada banyak doa yang dapat Anda baca pada malam Nisfu Syaban yang penuh berkah, salah satunya dengan rutin Istighfar.
  9. Berdoalah untuk orang lain. Tidak ada yang lebih menunjukkan kepedulian selain berdoa untuk orang lain. Sebagaimana bulan Syaban membawa kebajikan yang halus, kita juga harus mengungkapkan kepedulian dan perhatian kita kepada orang lain dengan mendoakan mereka. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }