Sungai di Guntung Kerap Makan Korban, Ketua RT: Tiga Kali Anak Tenggelam, Sejak 2021 Tak Ada Tindakan

Rachman Wahid
109 Views

Sungai di Guntung kerap makan korban, terbaru balita meregang nyawa tenggelam di sungai tersebut saat melewati turap. Sekda Bontang mengaku akan segera berkomunikasi dengan lurah terkait.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Masyarakat Jalan Tari Gantar RT 2 Kelurahan Guntung, Bontang Utara. Mengeluhkan tidak adanya akses jalan yang memadai, bagi mereka yang tinggal di samping sungai. Selama ini, mereka hanya melewati turap yang lebarnya hanya sekitar 40cm untuk pulang pergi dari rumah. Selain susah karna sempit, saat air sungai sedang pasang mereka akan sulit untuk lewat.

Diberitakan sebelumnya seorang balita meregang nyawa akibat tenggelam di sungai tersebut saat melewati turap akibat terpeleset.

Berdasarkan pernyataan Ketua RT 2 Guntung, Syaiful mengatakan sudah tiga kali kejadian anak tenggelam di tempat tersebut, dan balita tersebut adalah korban pertama yang ditemukan meninggal dunia. Di sungai itu juga terkenal banyak buaya, dan pernah menyerang seorang ibu rumah tangga.

- Advertisement -
Ad image

“Sejak 2021 sudah kita ajukan di Musrembang, tapi tak ada tindakan,” ungkapnya kepada wartawan Akurasi.id.

Menanggapi keluhan itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, seharusnya segera dibangun jalan di bantaran sungai tersebut. Selain itu perlu ada pagar sebagai pengaman.

“Kalau bisa ditambah 2 meter atau paling tidak 50cm lebar jalannnya,” katanya.

Menurutnya, Pemkot perlu segera melakukan komunikasi dengan warga sekitar, terkait pembuatan jalan di sana. Termasuk jika tanah di samping sungai itu milik perseorangan.

“Jika ada kendala, itu tugas pemerintah untuk mencari solusi,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Aji Erlynawati mengatakan, sejauh ini belum mengetahui terkait keluhan tersebut.

Akan tetapi, ia mengaku akan segera berkomunikasi dengan lurah terkait untuk mengetahui lebih lanjut terkait permasalahan dan keluhan masyarakat. Setelah itu baru akan dikoordinasikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPR) atau Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan (Perkimtan) Bontang.

“Apapun itu yang menjadi keluhan masyarakat, akan kita usahakan agar dicarikan solusi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuraini
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana