Kaltim.Akurasi.id – Menjelang bulan suci Ramadhan, satu pertanyaan klasik kembali ramai diperbincangkan: bagaimana bacaan niat puasa yang benar, dan kapan waktu terbaik mengucapkannya?
Meski terdengar sederhana, nyatanya masih banyak umat Muslim yang keliru memahami soal niat. Padahal, niat menjadi penentu sah atau tidaknya puasa Ramadhan.
Berikut penjelasan lengkap bacaan niat puasa Ramadhan, arti, waktu membaca, hingga kesalahan yang sering terjadi.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Berikut lafaz niat puasa Ramadhan yang umum digunakan:
Arab:
Baca Juga
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâna hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ.
Baca Juga
Artinya:
“Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Kapan Waktu Membaca Niat Puasa?
Untuk puasa wajib Ramadhan, niat dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbit fajar (Subuh).
Artinya, niat bisa dibaca:
- Setelah salat Isya
- Saat Tarawih
- Sebelum tidur
- Ketika sahur
Yang terpenting, niat sudah ada di dalam hati sebelum Subuh tiba.
Baca Juga
Jika lupa melafalkan secara lisan, puasa tetap sah selama di dalam hati sudah berniat menjalankan puasa Ramadhan.
Ini Kesalahan yang Masih Banyak Terjadi
- Mengira niat harus diucapkan keras
Padahal inti niat berada di hati. Lisan hanya sebagai penguat.
2. Baru berniat setelah Subuh
Untuk puasa wajib, niat setelah Subuh tidak lagi mencukupi.
3. Sekadar hafal lafaz tanpa memahami makna
Niat bukan formalitas. Ia adalah kesadaran bahwa puasa dilakukan semata karena Allah.
Tips Agar Niat Puasa Lebih Bermakna
Agar ibadah puasa tidak terasa rutinitas semata, coba lakukan ini:
- Saat berniat, hadirkan kesadaran penuh bahwa hari itu kamu berpuasa karena Allah
- Sertakan niat menjaga lisan, emosi, dan pikiran
- Tanamkan tekad memperbaiki diri selama Ramadhan
Langkah kecil ini bisa membuat Ramadhan terasa jauh lebih hidup.
Niat puasa Ramadhan memang singkat, tapi menjadi pintu awal seluruh ibadah selama sebulan penuh. Bukan sekadar bacaan, melainkan janji spiritual antara hamba dan Tuhannya.
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperbaiki diri, dimulai dari niat yang lurus. (*)
Penulis: Redaksi Akurasi.id