Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Baru saja terbebas dari Covid-19 beberapa tahun lalu, kini ada lagi penyakit serupa yang masuk ke Indonesia.
Ya, mungkin sebagian orang sudah tahu, Super flu atau influenza A(H3N2) subclade K. Penyakit ini membuat masyarakat khawatir, apabila dapaknya sama besar dengan wabah sebelumnya.
Apa Itu Super Flu?
Jadi, super flu ini merupakan salah satu jenis influenza. Tapi, memiliki dampak yang jauh lebih agresif dari flu biasa. Oleh karena itu, dinamakan dengan super flu. Karena memiliki gejala lebih berat dan lebih mudah menular kepada orang lain.
Sementara itu, dalam laman Kemenkes Labkes Makassar mengatakan, bahwa nama tersebut diberikan lantaran terdapat lonjakan kasus dari penyakit ini.
Kapan Ditemukan?
Virus ini pertama kali ditemukan oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Merujuk sistem surveilans ILI-SARI dan Whole Genome Sequencing (WGS), hingga akhir Desember 2025 tercatat sudah ada 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi Indonesia.
Berapa Kasus yang Terdeteksi Saat ini?
Baca Juga
Berdasarkan Data Kemenkes RI, diketahui terdapat 62 kasus di Indonesia. Dengan daerah paling banyak, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.
Melansir bbc.com, dokter spesialis paru RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto, agak meragukan jumlah kasus super flu di Indonesia. Menurutnya, kasus tersebut lebih banyak dari itu. Karena 62 kasus itu dari 843 spesimen saja yang diperiksa.
Apa Saja Gejalanya?
Sebenarnya, penyakit ini memiliki gejala yang mirip seperti flu biasa, seperti:
– Demam tinggi
– Batuk dan pilek
– Sakit tenggorokan
– Sakit kepala dan nyeri otot
– Tubuh terasa lemas
Perbedaan Super Flu dengan Flu Biasa
– Demam tinggi
– Tubuh terasa sangat lelah dan lemas
– Nyeri otot dan sakit kepala
– Batuk kering
– Panas dingin
– Pilek
– Perasaan benar-benar kehabisan tenaga.
Selain itu, penyakit ini disebut lebih mudah menyebar dibandingkan flu biasa.
Apakah Lebih Parah dari Covid-19?
Dokter spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan, bahwa pasien yang terinfeksi subclade K kerap mengalami gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa maupun Covid yang saat ini umumnya menimbulkan keluhan ringan hingga sedang.
Meski demikian, kasus ini perlu diwaspadai lantaran gejalanya lebih berat dari flu musiman, yakni demam tinggi antara 39 sampai 41 derajat celcius. WHO juga merilis bahwa risiko kematian penyakit ini sama dengan influenza musiman.
Bagaimana Cara Antisipasinya?
Untuk mengantisipasi penyakit ini, lakukan pencegahan seperti mencuci tangan rutin, etika batuk/bersin, pakai masker, hindari sentuh wajah, istirahat cukup, gizi seimbang, jaga sirkulasi udara, dan pertimbangkan vaksin flu, serta segera isolasi diri di rumah jika sakit untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Demikian, informasi mengenai super flu yang saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia. Jangan lupa jaga kesehatan. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
