Waspada Kanker Serviks, Pembunuh Sunyi Perempuan Indonesia

Kanker Serviks adalah jenis kanker yang menyasar sel-sel di leher rahim wanita dan penyebab kedua kematian tertinggi di kalangan perempuan Indonesia.
Devi Nila Sari
2.9k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Tahukah anda, per 2022 lalu, terdapat sekira 660 ribu perempuan didiagnosis kanker serviks di seluruh dunia. Berdasarkan data World Health Organization, 350 diantaranya, meninggal dunia karena penyakit tersebut. Kasus ini pun menjadi terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia. Dengan catatan, 36 ribu kasus baru dan terdapat 21 ribu kematian setiap tahunnya.

Namun, fakta yang sering diabaikan adalah kanker serviks dapat dicegah. Selain itu, apabila dideteksi lebih dini maka berpeluang memiliki kesembuhan yang cukup tinggi. Sayangnya, masih banyak perempuan yang masih enggan atau takut melakukan pemeriksaan. Hingga tidak jarang, kasus ini kerap ditemukan saat stadium sudah berada di level tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, berikut cara mengenali penyebab penyakit ini, gejala, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan guna menghidari ancaman kanker tersebut.

Asal Muasal Kanker Serviks

Dikutip dari laman Kemenkes RI, kanker serviks atau mulut rahim ini 99 persen diakibatkan infeksi jangka panjang oleh Human Papilloma Virus (HPV). Memang pada tahap awal, penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun sehingga banyak penderita yang baru mengetahuinya saat sudah berada di stadium lanjut. Untuk itu, skrining dini perlu dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.

Kemudian, apabila seorang penderita sudah memasuki stadium lanjut, biasanya terdapat beberapa gejala yang muncul, meliputi:

– Pendarahan dari vagina yang tidak normal (biasanya terjadi setelah berhubungan seksual)

– Mengalami keputihan yang tidak biasa dan berbau

– Merasa nyeri saat berhubungan intim

– Nyeri di panggul atau punggung bagian bawah

– Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Faktor Risiko Lain yang Meningkatkan Kerentanan

Selain HPV, terdapat beberapa faktor lain yang berisiko menyebabkan penyakit tersebut, diantaranya:

1.Melakukan aktivitas seksual yang berisiko

Salah satunya dengan gonta ganti pasangan. Selain itu, melakukan hubungan seks pada usia terlalu muda juga memicu infeksi HPV

2.Merokok

Ternyata merokok tidak hanya mengakibatkan permasalahan paru-paru. Tapi juga berpotensi menimbulkan penyakit kanker serviks. Pasalnya terdapat zat karsinogen yang dapat merusak sel serviks.

3.Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Wanita dengan kekebalan tubuh lemah lebih rentan terserang penyakit ini. Misalnya penderita HIV/AIDS atau mereka yang menjalani terapi imunosupresif yang biasa dilakukan setelah tranplantasi organ.

4.Memiliki riwayat keluarga dengan kanker serviks

Adanya anggota yang terkena penyakit ini meningkatkan risiko 2-3 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga tersebut. Karena adanya faktir genetik yang memengaruhi respon imun atau metabolisme sel serviks.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah penyakit ini, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan.

– Vaksinasi HPV

Vaksin ini disarankan untuk anak perempuan berusia 9-14 tahun, dengan dua dosis vaksin yang diberikan dengan interval enam bulan. Vaksin ini bisa juga diberikan bagi wanita sampai 26 tahun. Meski ada pula rekomendasi untuk usia 27-45 tahun, namun manfaatnya dinilai tidak sebesar bagi mereka yang lebih muda.

– Pemeriksaan PapSmear

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel sel serviks. Dari sini, dapat diketahui adanya sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker. Selain itu, metode ini juga dapat menemukan sel-sel prakanker dan infeksi.  Skrining rutin : melalui Pap smear setiap 3 tahun atau tes HPV DNA setiap 5 tahun untuk mendeteksi perubahan sel serviks sejak dini.

Sekarang, tidak ada lagi alasan untuk takut atau enggan memeriksakan diri anda ke dokter. Karena deteksi dini dapat menyelamatkan diri anda di masa depan. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }