Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Aksi pencurian baut terjadi di Jembatan Perniagaan kawasan Pasar Segiri, Kota Samarinda. Tak tanggung-tanggung, pelaku mengambil hampir setengah baut perekat pada bagian jembatan tersebut.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menegaskan, kasus tersebut menjadi prioritas penanganan karena tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.
“Pencurian baut jembatan tidak bisa dianggap sepele. Itu menyangkut keselamatan publik. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa sangat fatal,” tegasnya.
Ia menyebut, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan patroli, terutama di titik-titik yang dinilai rawan pencurian. Kasus serupa, kata dia, masih menjadi atensi kepolisian.
“Baru-baru ini dua tersangka pencurian kabel PJU berhasil kami amankan. Penanganan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Baca Juga
Selain baut jembatan, pencurian juga terjadi pada kabel penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Mahkota II. Akibatnya, sejumlah lampu penerangan padam dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Hendri, pelaku umumnya membongkar instalasi kabel untuk mengambil tembaga yang memiliki nilai jual tinggi. Material tersebut kemudian dijual kepada penadah.
Dampak dari aksi tersebut tidak hanya soal kerugian fasilitas umum, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal di malam hari.
“Ketika penerangan jalan terganggu, risikonya bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari