Kaltim.akurasi.id, Balikpapan – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Balikpapan selama beberapa hari terakhir menyebabkan penurunan struktur pada Jalan Tol IKN Segmen 3A2 di STA 23, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.
Pemimpin Proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A2, Arief Indriyanto, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat penurunan pada struktur slab on pile sepanjang 82,5 meter. Penurunan dipicu oleh pergeseran timbunan tanah lumpur di area disposal akibat curah hujan ekstrem yang terjadi sejak Rabu (7/1/2026) sore hingga Kamis (8/1/2026) pagi.
“Akibat hujan deras terjadi pergeseran pada timbunan lumpur di area disposal yang mengakibatkan penurunan pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter,” ujar Arief, Minggu (10/1/2026).
Arief menegaskan peristiwa tersebut merupakan faktor alam di luar prediksi teknis pihaknya dan tidak disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) maupun beban kendaraan berlebih.
“Ini murni karena faktor alam, bukan kesalahan teknis atau akibat kendaraan yang melintas,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi agar kerusakan tidak meluas, pihak kontraktor sengaja memotong dan merobohkan bagian struktur yang terdampak. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah pergeseran menjalar ke area lain di sekitar lokasi.
“Kami sengaja merobohkan bagian terdampak agar kerusakan tidak menjalar ke struktur lainnya,” katanya.
Arief juga memastikan struktur yang mengalami kerusakan bukan merupakan konstruksi baru. Pekerjaan slab on pile (SOP) 1 telah rampung sejak September 2024 dan sebelumnya tidak pernah mengalami kendala.
Baca Juga
“Bahkan saat difungsikan terbatas pada periode Natal dan Tahun Baru 2025, tidak ada masalah meski rutin dilintasi kendaraan dan alat berat,” ujarnya.
Saat ini, kontraktor tengah melakukan pekerjaan perbaikan dan menargetkan konstruksi ulang SOP 1 selesai sebelum Lebaran Idulfitri 2026.
“Kami targetkan konstruksi ulang rampung pada Maret 2026 sebelum masa fungsional Idulfitri. Pekerjaan dilakukan intensif siang dan malam,” jelasnya.
Dalam proses perbaikan, dikerahkan enam unit alat berat yang terdiri dari empat breaker besar, dua breaker kecil, serta empat ekskavator untuk penanganan tanah di area disposal.
“Kami targetkan dalam 1,5 bulan ini bisa selesai, dan jalur dapat kembali difungsikan dua lajur saat Lebaran,” kata Arief.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja IKN 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Alfin Jerry, menegaskan seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek masih dalam tahap konstruksi.
Baca Juga
“Tidak ada kerugian negara karena seluruh risiko proyek ditanggung kontraktor melalui skema Contractor All Risk (CAR),” ujarnya.
Ia menambahkan, tim lapangan saat ini masih melakukan inventarisasi kondisi struktur di segmen terdampak untuk memastikan tidak ada kerusakan lain yang berpotensi muncul.
Alfin memastikan insiden di STA 23 Segmen 3A2 tidak akan mempengaruhi target penyelesaian proyek Jalan Tol IKN yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
“Saat ini progres proyek sudah di atas 70 persen. Kami optimistis target tetap tercapai karena kontraktor menyiapkan tim khusus untuk menangani perbaikan,” katanya.
Sebagai informasi, ruas tol yang mengalami kerusakan sempat difungsikan secara terbatas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yakni pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. BBPJN Kaltim mencatat lebih dari 91.000 kendaraan melintas selama masa fungsional tersebut di ruas yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, Penajam Paser Utara, dan Kalimantan Selatan.
BBPJN Kaltim juga berencana kembali membuka fungsional terbatas Jalan Tol IKN untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id